16 September 2026

8 Contoh Konten Promosi Produk yang Menarik, UMKM Wajib Coba

8 Contoh Konten Promosi Produk yang Menarik, UMKM Wajib Coba

Konten promosi produk adalah konten yang dibuat untuk memperkenalkan produk atau usaha kepada calon pembeli lewat media sosial, dengan tujuan menarik perhatian sekaligus mendorong terjadinya pembelian.

Contoh konten promosi produk yang bisa langsung dipakai UMKM antara lain konten aktivitas berjualan, konten produk, konten edukasi, konten testimoni, sampai konten yang memanfaatkan momen tertentu. 

Berbeda dengan iklan langsung yang biasanya berbayar dan fokus pada penawaran, konten promosi lebih fleksibel karena bisa berupa cerita, edukasi, atau aktivitas sehari-hari usaha yang dikemas menarik. 

Untuk kamu pengusaha UMKM, hampir semua jenis-jenis konten promosi produk di artikel ini bisa dibuat sendiri memakai ponsel, jadi mari simak sampai akhir!

8 Contoh Konten Promosi Produk untuk UMKM

Berikut 8 contoh konten promosi produk yang paling relevan dan efektif dipakai di media sosial saat ini, lengkap dengan penjelasan, contoh, dan tips membuatnya.

1. Konten Produk

Jenis konten ini menampilkan produk yang kamu jual secara langsung, baik lewat foto maupun video supaya calon pembeli tahu persis bentuk dan kualitas produkmu.

Contoh: Jika kamu menjual kue kering, jangan hanya mengunggah foto kemasan. Tampilkan bagian dalam kue untuk memperlihatkan teksturnya, ukuran produk, pilihan rasa, serta video singkat saat kue dipotong atau disantap. Dengan begitu, calon pembeli bisa melihat produk dengan lebih jelas sebelum memutuskan untuk membeli.

Tips membuat kontennya:

- Ambil foto atau video produk dari beberapa sudut agar bentuk dan detailnya terlihat jelas.

- Tampilkan bagian produk yang penting bagi calon pembeli, seperti ukuran, bahan, tekstur, warna, atau fitur.

- Gunakan pencahayaan yang cukup agar warna dan detail produk terlihat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

- Jika menggunakan video, tambahkan teks singkat atau voice-over untuk menjelaskan produk, manfaat, varian, atau detail yang sedang ditampilkan.

- Buat caption yang melengkapi isi video, misalnya dengan mencantumkan harga, varian, ukuran, lokasi, atau cara pemesanan.

- Arahkan calon pembeli untuk melakukan tindakan yang jelas di akhir caption/voice-over, seperti menghubungi WhatsApp, mengunjungi toko, atau melakukan pemesanan.

Baca juga: Strategi Pemasaran Produk: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

2. Konten Behind the Scenes

Konten promosi tidak harus selalu berisi foto produk dan ajakan untuk membeli. Kamu juga bisa menunjukkan kegiatan yang dilakukan saat menjalankan usaha, seperti menyiapkan dagangan, memasak, melayani pelanggan, atau mengemas pesanan.

Contoh: "Jam 5 pagi sudah mulai siap-siap jualan. Hari ini bikin 30 bungkus nasi kuning. Mulai dari masak nasi, siapin lauk, sampai bungkus satu-satu. Kalau kamu lagi cari sarapan di sekitar sini, hari ini ada nasi kuning, telur balado, ayam suwir, dan sambal. Bisa langsung datang atau chat WhatsApp untuk pesan duluan."

Tips membuat kontennya:

- Rekam kegiatan yang kamu lakukan saat menyiapkan atau menjalankan usaha.

- Ambil beberapa video pendek, misalnya saat memasak, menata produk, melayani pelanggan, atau mengemas pesanan.

- Gunakan voice-over atau teks untuk menjelaskan kegiatan yang sedang ditampilkan.

- Tulis caption yang melengkapi video, misalnya dengan menceritakan kegiatan hari itu atau memberikan informasi tentang produk.

- Cantumkan lokasi usaha agar kamu bisa menjangkau calon pelanggan di sekitar tempat usaha.

- Tambahkan informasi seperti jam buka, harga, atau cara memesan agar calon pelanggan tahu langkah selanjutnya.

3. Konten Edukasi

Konten edukasi berisi informasi yang masih berkaitan dengan produk atau usaha kamu. Misalnya, kamu bisa membagikan tips memilih produk, cara menggunakan atau merawatnya, hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli, atau kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Contoh: Jika kamu menjual keripik, kamu bisa membuat video tentang cara menyimpan keripik agar tetap renyah. Jelaskan bahwa keripik sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara dan diletakkan di tempat yang kering. Di akhir video, kamu bisa mengarahkan calon pembeli untuk mencoba produk yang kamu jual. 

Tips membuat kontennya:

- Pilih satu masalah atau pertanyaan yang sering dimiliki calon pelangganmu.

- Berikan tips yang bisa langsung dipraktikkan.

- Gunakan bahasa yang mudah dipahami.

- Sampaikan informasi dalam beberapa poin agar mudah diikuti.

- Gunakan foto, video, teks, atau voice-over untuk membuat penjelasan lebih jelas.

- Kaitkan topik dengan produk kamu secara alami, jadi konten tidak terasa seperti iklan.

- Gunakan caption untuk menambahkan informasi yang belum dijelaskan dalam video atau mengarahkan calon pelanggan ke cara pemesanan.

4. Konten Cerita dan Perjalanan Usaha

Konten ini menceritakan perjalanan usaha kamu, mulai dari alasan memulai, pengalaman saat pertama berjualan, tantangan yang pernah dihadapi, hingga perkembangan usaha sampai sekarang. Cerita seperti ini membantu calon pelanggan mengenal usaha kamu dan orang yang ada di baliknya.

Kamu tidak harus punya cerita usaha yang besar untuk membuat konten seperti ini. Hal sederhana, seperti pertama kali mendapat pelanggan, pindah dari berjualan di rumah ke toko, atau mulai menerima pesanan dalam jumlah lebih banyak juga bisa menjadi cerita yang menarik.

Contoh: Jika kamu menjalankan usaha katering, kamu bisa menceritakan bagaimana awalnya hanya menerima pesanan dari tetangga. Setelah pelanggan bertambah, kamu mulai menerima pesanan untuk acara keluarga hingga katering dalam jumlah lebih banyak.

"Dulu awal jualan, saya cuma terima pesanan dari tetangga. Masaknya juga masih sendiri, dari pagi sampai pesanan siap diantar. Sekarang sudah mulai dapat pesanan untuk acara keluarga dan pernah menyiapkan sampai 100 porsi." 

Tips membuat kontennya:

- Ceritakan bagian perjalanan usaha yang menarik atau bisa membuat pelanggan lebih mengenal usahamu.

- Ceritakan pengalaman dengan jujur, termasuk tantangan, perubahan, atau pencapaian yang pernah kamu alami.

- Tidak punya foto atau video dari awal usaha? Rekam aktivitas usaha kamu sekarang sambil menceritakan perjalanan usaha melalui voice-over.

- Fokus pada satu cerita dalam setiap konten agar video atau caption tidak terlalu panjang.

- Tunjukkan perkembangan usaha melalui hal yang masih bisa kamu dokumentasikan sekarang, seperti bertambahnya pesanan, produk baru, tempat usaha, atau peralatan yang digunakan.

- Tutup konten dengan ucapan terima kasih kepada pelanggan yang sudah mendukung usaha kamu.

Baca juga: Ini 10 Cara Memulai Usaha dari Nol yang Perlu Kamu Tahu

5. Konten Tutorial

Konten tutorial berisi panduan tentang cara menggunakan produk atau membuat sesuatu yang berkaitan dengan usaha kamu. Jenis konten ini bisa membantu calon pelanggan memahami cara kerja produk sekaligus melihat hasilnya secara langsung.

Misalnya, kalau kamu menjual cairan pembersih WC yang sedang viral, kamu bisa membuat video yang memperlihatkan proses membersihkan WC yang kotor menggunakan produk tersebut. Mulai dari kondisi sebelum dibersihkan, cara menggunakan produk, sampai hasil akhirnya.

Contoh:

“Kerak di WC sudah bertahun-tahun dan tidak bisa hilang meski disikat? Kalau pakai produk ini, cuma dioles pakai kuas, diamkan beberapa saat, lalu bilas pakai air dan hasilnya langsung kinclong!”

Tips membuat kontennya:

- Pilih tutorial yang berkaitan dengan produk atau usaha kamu, baik cara menggunakan produk maupun cara membuat sesuatu yang kamu jual.

- Tunjukkan prosesnya secara langsung agar audiens lebih mudah mengikuti.

- Susun langkah secara berurutan dan jelas.

- Gunakan video atau foto yang cukup dekat agar setiap tahap terlihat.

- Tambahkan voice-over atau teks singkat untuk menjelaskan prosesnya.

- Tampilkan hasil akhirnya agar audiens tahu seperti apa hasil dari tutorial tersebut.

- Gunakan caption untuk menambahkan informasi yang belum dijelaskan dalam video, seperti bahan, tips tambahan, atau cara memesan produk.

6. Konten Testimoni

Konten testimoni menampilkan pengalaman pelanggan setelah membeli atau menggunakan produk kamu. Bentuknya bisa berupa screenshotchat, ulasan dari marketplace, komentar di media sosial, atau video singkat dari pelanggan.

Contoh: Jika kamu menjalankan usaha laundry, kamu bisa membagikan screenshot chat pelanggan setelah menerima pakaiannya, lalu tambahkan caption singkat untuk menjelaskan konteksnya. 

Chat pelanggan: “Kak, mau bilang aja tadi bajunya udah saya ambil. Bersih banget ternyata, noda di bagian lengan juga udah nggak kelihatan. Wanginya juga enak, nggak terlalu menyengat. Makasih ya kak, nanti saya laundry di sini lagi.”

Caption: “Senang banget kalau pelanggan balik lagi dan puas sama hasil laundry kita.” 

Tips membuat kontennya:

- Minta izin pelanggan sebelum membagikan chat, foto, atau video mereka.

- Pilih testimoni yang menjelaskan pengalaman pelanggan secara spesifik, misalnya tentang kualitas, rasa, pelayanan, atau manfaat produk.

- Samarkan nama, nomor telepon, atau informasi pribadi pelanggan yang tidak perlu ditampilkan.

- Tampilkan foto atau video produk yang dibahas agar calon pelanggan tahu produk yang dimaksud.

7. Konten Tanya Jawab

Konten tanya jawab berisi beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pelanggan tentang usaha kamu dalam satu konten. Misalnya, kamu bisa sekaligus menjawab pertanyaan tentang jam buka, lokasi, harga, pilihan produk, dan cara memesan.

Konten seperti ini memudahkan pelanggan mendapatkan informasi dasar tentang usaha kamu tanpa harus bertanya satu per satu melalui pesan pribadi.

Contoh: Jika kamu memiliki toko pakaian, kamu bisa membuat satu video yang menjawab beberapa pertanyaan sekaligus.

“Banyak yang tanya, tokonya buka jam berapa, lokasinya di mana, dan bisa pesan lewat WhatsApp atau enggak. Toko kami buka setiap hari dari jam 09.00 sampai 21.00. Lokasinya ada di Jalan X, dekat X. Kalau kamu belum sempat datang langsung, bisa juga pesan lewat WhatsApp. Mau lihat model atau cek ukuran yang tersedia? Langsung chat kami, ya. Siapa tahu ada yang cocok.” 

Tips membuat kontennya:

- Gabungkan semua pertanyaan dalam satu video supaya informasi tentang usaha kamu bisa disampaikan sekaligus.

- Sambil menjawab, rekam kegiatan usaha kamu, seperti membuka toko, melayani pembeli, menyiapkan pesanan, atau mengemas produk.

- Sesuaikan video dengan pertanyaan yang sedang dijawab. Misalnya, tunjukkan bagian depan toko saat menjelaskan lokasi atau tunjukkan produk saat membahas harga.

- Tulis pertanyaan di layar dan jawab dengan voice-over agar orang lebih mudah mengikuti.

- Tutup video dengan ajakan.

8. Konten Promo

Konten promo berisi penawaran khusus untuk menarik pelanggan membeli produk atau menggunakan jasa kamu. Promonya bisa berupa diskon, paket hemat, bonus produk, gratis ongkir, atau harga khusus untuk pembelian tertentu.

Konten jenis ini bisa membantu menarik perhatian pelanggan, terutama jika promo memiliki batas waktu atau keuntungan yang jelas.

Contoh: Kalau kamu menjual minuman, kamu bisa membuat video singkat yang menampilkan produk sambil menyampaikan promo yang sedang berlangsung.

“Lagi mau ngumpul sama teman-teman? Minggu ini ada promo beli 2 gratis 1 untuk semua varian. Promonya berlaku sampai hari Minggu, ya.  Bisa datang langsung atau pesan lewat WhatsApp biar gak kelewatan!”

Tips membuat kontennya:

- Tentukan promo yang ingin kamu tawarkan, misalnya diskon, paket hemat, bonus, atau gratis ongkir.

- Tampilkan produk yang sedang dipromosikan agar pelanggan langsung tahu apa yang ditawarkan.

- Sebutkan keuntungan yang didapat pelanggan dengan jelas, misalnya “beli 2 gratis 1” atau “diskon 20%”.

- Cantumkan batas waktu dan syarat promo jika ada.

- Tulis informasi penting seperti harga promo, periode promo, dan cara pesan di dalam video atau caption.

- Jangan membuat promo terlalu sering agar pelanggan tetap tertarik saat kamu menawarkan promo berikutnya.

- Tutup konten dengan ajakan yang jelas, seperti “Yuk, pesan sekarang lewat WhatsApp!” atau “Langsung datang ke toko sebelum promonya berakhir!”

Tips Membuat Konten Promosi Produk yang Menarik untuk UMKM

Setelah mengetahui contoh konten promosi produk di atas, kamu juga perlu memperhatikan cara membuat konten agar lebih menarik dan sesuai dengan calon pelanggan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

1. Kenali Pelanggan yang Ingin Dijangkau

Sebelum membuat konten, cari tahu siapa yang paling mungkin membeli produk kamu. Perhatikan usia, kebutuhan, kebiasaan, dan media sosial yang sering mereka gunakan. Informasi ini bisa membantu kamu menyesuaikan topik dan cara menyampaikan konten dengan target pasar.

2. Manfaatkan Aktivitas Usaha sebagai Ide Konten

Tidak perlu bingung mencari ide baru setiap hari. Kegiatan yang kamu lakukan saat menjalankan usaha juga bisa menjadi bahan konten, seperti menyiapkan produk, mengemas pesanan, belanja bahan, atau melayani pelanggan.

3. Buat Pembuka yang Menarik

Buat bagian awal konten yang langsung membuat orang tertarik untuk melihat sampai selesai. Kamu bisa mulai dengan pertanyaan, masalah yang sering dialami pelanggan, atau informasi yang membuat mereka penasaran.

Misalnya, daripada membuka video dengan “Hari ini kami akan memperkenalkan produk...”, kamu bisa mulai dengan “Kerak di kamar mandi sudah lama dan susah dibersihkan?”

4. Sampaikan Satu Hal dalam Satu Konten

Jangan memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu konten. Pilih satu topik yang ingin dibahas dan fokus pada topik tersebut. Dengan begitu, audiens lebih mudah memahami informasi yang kamu sampaikan. 

5. Buat Jadwal Konten

Supaya tetap konsisten dan tidak bingung setiap kali ingin membuat konten, kamu bisa membuat jadwal untuk menentukan apa yang akan diunggah. 

Misalnya, Senin untuk konten produk, Rabu untuk tips, dan Jumat untuk promo. Jadwal ini bisa kamu sesuaikan dengan waktu dan kegiatan usaha agar lebih mudah dijalankan secara rutin.

6. Lihat Konten yang Paling Disukai

Lihat konten mana yang paling banyak ditonton, disukai, dibagikan, atau dikomentari. Kalau ada jenis konten yang banyak mendapat respons, kamu bisa membuat konten lain dengan tema atau cara yang serupa. 

7. Jangan Menunggu Konten Terlihat Sempurna

Kamu tidak harus memiliki kamera mahal atau tempat khusus untuk membuat konten. Selama produk terlihat jelas dan informasi yang disampaikan mudah dipahami, kamu sudah bisa mulai menggunakan ponsel untuk membuat konten.

Setelah mengetahui berbagai contoh konten promosi produk dan tips membuatnya, kamu bisa mulai mencoba menerapkannya untuk mengenalkan usaha kepada lebih banyak pelanggan. 

Namun, mengembangkan usaha tentu tidak hanya membutuhkan promosi. Kamu juga perlu terus belajar tentang cara mengelola usaha, keuangan, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung perkembangan bisnis.

Jika ingin belajar lebih banyak, kamu bisa mengikuti program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM. 

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan lembaga keuangan nonbank milik negara yang memberikan pembiayaan sekaligus pendampingan bagi pengusaha UMKM.

Sejalan dengan campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM menghadirkan berbagai pelatihan untuk mengembangkan usaha, termasuk literasi keuangan, pengelolaan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital.

Jadi, jika kamu menjadi nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha. Kamu juga bisa mendapatkan pengetahuan dan pendampingan agar modal tersebut dapat digunakan dan dikelola dengan lebih baik untuk membantu mengembangkan usaha.

Perlu kamu ketahui, PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi atau website. Pengajuan pembiayaan harus  dilakukan secara langsung melalui kantor cabang PNM dan tidak menggunakan perantara online.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang pembiayaan dan program pendampingan PNM, kamu bisa mengunjungi website resmi PNM atau menghubungi call center PNM di 1500-654.

Baca juga: Mengenal Pendampingan Usaha Mikro di PNM