10 June 2026

Mengenal Program MBA MAYA dari PNM Beserta Contoh Kegiatannya

Mengenal Program MBA MAYA dari PNM Beserta Contoh Kegiatannya

Dalam mengembangkan usaha tidak cukup hanya dengan memiliki modal. Kemampuan mengelola keuangan, memahami strategi bisnis, hingga memanfaatkan teknologi digital juga menjadi faktor penting agar usaha dapat bertahan dan berkembang.

Karena itu, kehadiran program MBA MAYA dari PNM menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan pengusaha UMKM di Indonesia, khususnya bagi perempuan yang menjalankan usaha skala ultra mikro.

Melalui program ini, para pengusaha bukan hanya mendapatkan pembinaan untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai pemimpin di lingkungan sekitarnya. 

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PNM sebagai lembaga keuangan non-bank milik pemerintah yang berfokus mendukung pemberdayaan usaha ultra mikro dan perempuan Indonesia.

Lalu, seperti apa program MBA MAYA dari PNM, materi yang diberikan, dan contoh pelaksanaannya di lapangan? Yuk, simak pembahasannya sampai akhir.

Apa Itu Program MBA MAYA dari PNM?

Program MBA MAYA merupakan salah satu kegiatan yang termasuk dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM. 

Program ini dirancang untuk membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro meningkatkan kemampuan usaha sekaligus mengembangkan kualitas kepemimpinan mereka.

Salah satu sasaran utama program ini adalah ketua kelompok di PNM Mekaar yang berperan penting dalam mendampingi anggota kelompoknya. 

Oleh karena itu, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengelolaan usaha, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, memimpin, dan memberikan motivasi kepada sesama anggota.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai pelatihan yang mencakup beberapa bidang penting berikut:

1. Literasi Keuangan

Materi literasi keuangan membantu peserta memahami cara mengelola kondisi keuangan usaha secara lebih terencana. 

Peserta diajak untuk mengenali pentingnya pencatatan transaksi, menyusun perencanaan keuangan sederhana, hingga mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin muncul dalam menjalankan usaha.

Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak sehingga kondisi usaha menjadi lebih sehat dan terarah.

Baca juga: Ini 10 Cara Memulai Usaha dari Nol yang Perlu Kamu Tahu

2. Literasi Usaha

Selain keuangan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan usaha yang lebih sistematis. Salah satu materi yang dibahas adalah pentingnya legalitas usaha, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Legalitas yang jelas dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan maupun mitra usaha. Di samping itu, usaha yang telah memiliki dokumen legal juga memiliki peluang lebih besar untuk mengakses berbagai program pendampingan maupun kerja sama bisnis.

3. Literasi Digital

Perkembangan teknologi membuat pemasaran produk tidak lagi terbatas pada penjualan secara langsung. Melalui materi literasi digital, peserta dibimbing untuk memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

Pelatihan ini membantu peserta memahami cara memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas sehingga peluang penjualan dan nilai tambah usaha dapat semakin meningkat.

Menariknya, program MBA MAYA tidak hanya berfokus pada perkembangan individu peserta. Program ini juga mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi anggota kelompok lainnya. 

Dengan demikian, manfaat yang diperoleh tidak berhenti pada satu pelaku usaha saja, tetapi dapat menyebar ke lingkungan sekitarnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemberdayaan perempuan pelaku UMKM di Indonesia. Perempuan tidak hanya didorong untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan komunitasnya.

Baca juga:Pinjamanan Modal Usaha Syariah di PNM: Syarat & Cara Pengajuannya

Bagaimana Contoh Penerapan Program MBA MAYA dari PNM yang Sudah Dilaksanakan?

Salah satu contoh pelaksanaan program MBA MAYA dilakukan oleh PNM Mekaar pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Pendopo Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh nasabah PNM Mekaar dari berbagai desa yang berada di wilayah Kecamatan Ajung.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pembinaan, motivasi, dan wawasan baru kepada para perempuan pelaku usaha ultra mikro agar semakin berkembang dalam menjalankan bisnisnya. 

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan usaha, memperluas pengetahuan, serta memperkuat semangat berwirausaha.

Dalam pelaksanaannya, PNM menghadirkan narasumber dari vendor FISA (Fasilitator Inspirasi Bangsa) Kabupaten Kediri, yaitu Dian Regina dan Jeni Masrifatin.

Keduanya memberikan berbagai materi yang berkaitan dengan pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi menghadapi berbagai tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha mikro.

Agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih efektif, pelatihan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00-10.00 WIB dan diikuti oleh nasabah Unit Ajung 1. 

Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pukul 11.00-13.00 WIB yang diperuntukkan bagi nasabah Unit Ajung 2.

PNM Mekaar Ajung sendiri memiliki dua unit layanan. Unit Ajung 1 berlokasi di Jalan Cendrawasih, Desa Pancakarya, dengan wilayah layanan yang mencakup Desa Pancakarya, Desa Ajung, Desa Wiro Wongsorejo, dan Desa Rowo Indah. Unit ini berada di bawah tanggung jawab Ananda Putri Nur Arlita.

Sementara itu, Unit Ajung 2 berlokasi di Dusun Sumuran, Desa Klompangan. Wilayah layanannya meliputi Desa Klompangan, Desa Sukamakmur, dan Desa Mangaran dengan penanggung jawab Anisa Oktavia.

Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana program MBA MAYA tidak hanya memberikan pembekalan teori, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan para perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah.

Itulah pembahasan mengenai program MBA MAYA sebagai salah satu bentuk pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro yang dijalankan oleh PNM.

Hal ini menunjukkan bahwa PNM tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai pendamping yang Siap Melayani Sepenuh Hati dalam membantu nasabah mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pelatihan dari PNM, salah satu caranya adalah dengan menjadi nasabah PNM Mekaar

Program ini ditujukan bagi perempuan yang ingin memulai usaha maupun yang sedang menjalankan usaha ultra mikro. Pembiayaan diberikan tanpa agunan melalui sistem kelompok dengan plafon pinjaman mulai dari Rp2 juta hingga Rp15 juta.

Setelah terdaftar sebagai nasabah PNM Mekaar, kamu juga berkesempatan mendapatkan informasi mengenai berbagai kegiatan pengembangan usaha yang diselenggarakan oleh PNM. 

Informasi tersebut biasanya dibagikan melalui kanal komunikasi resmi PNM, termasuk akun Instagram @pnm_persero yang kerap menginformasikan jadwal pelatihan, webinar, serta program pemberdayaan lainnya.

Agar informasi yang kamu peroleh akurat, pastikan selalu mengakses sumber resmi PNM. Kamu bisa mencari informasi melalui website resmi PNM, menghubungi layanan pelanggan di 1500-654, mengikuti media sosial resmi PNM, atau datang langsung ke  kantor unit terdekat.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha bersama PNM Mekaar dengan berbagai pelatihan dengan tema menarik seputar usaha, keuangan, hingga digital!

Baca juga: Mengenal Berbagai Program Pengembangan Usaha PNM dan Manfaatnya