12 June 2026

Mengenal Apa Itu SGDs Beserta Peran PNM dalam Mewujudkannya

Mengenal Apa Itu SGDs Beserta Peran PNM dalam Mewujudkannya

Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, juga memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, hingga pelestarian lingkungan. 

Karena itu, pemahaman mengenai apa itu SDGs menjadi penting untuk mengetahui arah pembangunan yang sedang diupayakan secara global maupun di Indonesia.

Sebagai salah satu lembaga pembiayaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, PNM turut mengambil bagian dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. 

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, tetapi juga melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar aspek sosial, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan.

Lalu, sebenarnya apa itu SDGs, apa saja tujuan yang ingin dicapai, dan bagaimana kontribusi PNM dalam mendukung SDGs Indonesia melalui program TJSL? Simak penjelasannya sampai akhir.

Apa Itu SDGs?

SDGs atau Sustainable Development Goals merupakan agenda pembangunan global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015. 

Program ini dirancang sebagai panduan bersama bagi negara-negara di dunia untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Melalui SDGs, pembangunan tidak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan saat ini, tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang tetap dapat menikmati sumber daya dan kualitas hidup yang baik. 

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, PBB menetapkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi target bersama hingga tahun 2030.

Adapun 17 tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut meliputi:

1. No Poverty (Tanpa Kemiskinan)

2. Zero Hunger (Tanpa Kelaparan)

3. Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) 

4. Quality Education (Pendidikan Berkualitas) 

5. Gender Equality (Kesetaraan Gender) 

6. Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak) 

7. Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau) 

8. Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) 

9. Industry, Innovation, and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) 

10. Reduced Inequalities (Berkurangnya Ketimpangan) 

11. Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) 

12. Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) 

13. Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) 

14. Life Below Water (Ekosistem Lautan) 

15. Life on Land (Ekosistem Daratan) 

16. Peace, Justice, and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh)

17. Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) 

Secara keseluruhan, SDGs mencakup 17 tujuan dan 169 target yang saling berkaitan. Setiap tujuan dirancang untuk mendorong terciptanya pembangunan yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan adanya target yang jelas, setiap negara dapat menyusun strategi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Baca juga: Simak 5 Contoh CSR Perusahaan yang Diterapkan PNM

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Setelah memahami berbagai tujuan dalam program SDGs, penting juga untuk mengetahui prinsip-prinsip yang menjadi dasar pelaksanaannya. Prinsip ini membantu memastikan bahwa pembangunan dapat berlangsung secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

1. Memastikan Manfaat Pembangunan Dirasakan Antar Generasi

Pembangunan yang dilakukan saat ini tidak boleh mengurangi kesempatan generasi mendatang untuk menikmati sumber daya dan kualitas lingkungan yang baik. Dengan kata lain, apa yang tersedia hari ini perlu dijaga agar tetap dapat dimanfaatkan di masa depan.

2. Menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan

Pembangunan yang ideal tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi. Aspek sosial dan lingkungan juga harus diperhatikan agar kemajuan yang dicapai tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun alam.

3. Mendorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pembangunan

Keberhasilan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga individu memiliki peran dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan.

4. Mengelola Sumber Daya Alam Secara Bijak

Sumber daya alam yang tersedia jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dilakukan secara bijak agar tetap tersedia untuk kebutuhan saat ini maupun generasi berikutnya.

Salah satu contoh penerapan prinsip ini dapat dilihat pada pengelolaan hutan. Hutan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan ekonomi, tetapi tetap harus dijaga kelestariannya agar fungsi ekologisnya tidak hilang dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca juga: Dukung Kinerja Positif Semester 1, PNM Sabet Enam Penghargaan Bergengsi

Peran PNM dalam Mewujudkan SDGs Indonesia

Pencapaian SDGs Indonesia tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga isu lingkungan, membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak agar solusi yang dihasilkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, sektor usaha juga memiliki peran untuk turut berkontribusi melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. 

Sebagai lembaga pembiayaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat prasejahtera, PNM berupaya mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program-program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas hidup, akses pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan. 

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PNM tidak hanya berupaya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong terciptanya perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Berikut beberapa program TJSL PNM yang selaras dengan tujuan dalam SDGs.

1. Tanpa Kemiskinan (No Poverty)

Dalam mendukung upaya pengurangan kemiskinan, PNM menghadirkan program Lorong Mekaar. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang belum digunakan secara optimal untuk kegiatan bercocok tanam dengan metode yang sederhana dan mudah diterapkan.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh manfaat ganda, yaitu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan pemanfaatan lahan yang lebih produktif, masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara bertahap.

2. Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)

PNM mendukung pencapaian tujuan tanpa kelaparan melalui program Madani Care Stunting. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas gizi ibu hamil dan anak sebagai langkah pencegahan stunting.

Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, program ini juga menghadirkan pendampingan bagi masyarakat agar dapat menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan meningkatkan kualitas generasi masa depan.

3. Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Pada sektor pendidikan, PNM menghadirkan program Ruang Pintar yang ditujukan untuk mendukung proses belajar anak usia dini. Program ini menggabungkan metode pembelajaran yang menyenangkan dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga anak dapat belajar secara lebih interaktif.

Tidak hanya membantu meningkatkan minat belajar, Ruang Pintar juga menjadi sarana pengembangan kemampuan dasar anak yang penting untuk menunjang proses pendidikan di masa mendatang.

4. Kesetaraan Gender (Gender Equality)

Komitmen terhadap kesetaraan gender diwujudkan melalui program PNM Humanity. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan agar dapat memperoleh kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.

Melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, perempuan didorong untuk lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang pengembangan diri maupun peningkatan kesejahteraan.

5. Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation)

Untuk mendukung akses masyarakat terhadap fasilitas dasar yang memadai, PNM menjalankan program PNM Smart. Program ini berfokus pada penyediaan sarana air bersih serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang layak.

Selain pembangunan fasilitas, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

6. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)

Kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang layak seharusnya dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Namun, keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pengembangan usaha masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian masyarakat.

Untuk mendukung tujuan tersebut, PNM menghadirkan program Difabel Bisa Berusaha yang memberikan bekal kewirausahaan bagi penyandang disabilitas prasejahtera. 

Melalui program ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha, memahami cara mengelola usaha, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan aktivitas ekonomi. 

7. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)

Melalui program Eco Life PNM, masyarakat diajak untuk melihat sampah tidak hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengolah sampah organik melalui budidaya maggot yang mampu membantu mengurangi volume limbah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi. 

Program kegiatan peduli lingkungan dari PNM ini juga disertai edukasi mengenai pengelolaan sampah yang lebih bijak agar masyarakat semakin terbiasa menerapkan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

8. Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)

Perubahan iklim menjadi tantangan global yang dampaknya semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga meningkatnya risiko kerusakan lingkungan. Karena itu, berbagai upaya pelestarian lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari dukungannya terhadap tujuan tersebut, PNM menjalankan program PNM Hijaukan Indonesia melalui kegiatan penghijauan di berbagai wilayah. 

Penanaman pohon produktif, pohon keras, maupun mangrove dilakukan untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas lingkungan. 

Selain memberikan manfaat bagi alam, kegiatan penghijauan juga menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim serta menjaga keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.

9. Ekosistem Lautan (Life Below Water)

PNM juga berpartisipasi dalam menjaga kelestarian ekosistem laut melalui program PNM Peduli Terumbu Karang. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan konservasi dan penanaman terumbu karang di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Upaya tersebut bertujuan membantu menjaga habitat berbagai biota laut sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya kelautan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. Kehadiran berbagai program TJSL menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, PNM menunjukkan komitmennya dalam mendukung SDGs Indonesia secara nyata. 

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui layanan pembiayaan, tetapi juga melalui berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, PNM terus berupaya menghadirkan program yang mendorong pemberdayaan sosial, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat peran perempuan agar semakin mandiri dan berdaya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)

Dengan langkah tersebut, PNM turut berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Baca juga: PNM Gerakkan Pemberdayaan Berkelanjutan: Pakaian, Buku, dan 27.000 Pohon untuk Masyarakat Akar Rumput Indonesia