Jakarta , 13 September 2025

PNM Wujudkan Senyum Jutaan Perempuan Indonesia

PNM Wujudkan Senyum Jutaan Perempuan Indonesia

Jakarta, 13 September 2025 (Updated 06 June 2026) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera. Selama 4 tahun terbentuknya Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan Pegadaian, PNM telah menghadirkan banyak dampak nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya ibu-ibu prasejahtera yang menjadi nasabah. Melalui program PNM Mekaar, PNM melayani masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal (unbankable).

Awal Sebuah Perjalanan Bersama

Tepat pada 13 September 2021, sejarah baru dituliskan dalam ekosistem keuangan Indonesia. Holding Ultra Mikro (UMi) resmi berdiri, menyatukan tiga entitas BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku induk holding, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), serta PT Pegadaian dalam satu misi besar: menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal.

Pembentukan holding ini bukan langkah yang tergesa-gesa. Sebelumnya, proses panjang telah dilalui, mulai dari persetujuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, dukungan dari Komisi XI dan Komisi VI DPR RI, hingga terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) BRI. Semuanya bermuara pada satu tekad: dari 45 juta usaha ultra mikro di Indonesia, masih ada 18 juta yang belum terlayani dan merekalah yang menjadi prioritas utama Holding UMi.

Kini, di usianya yang keempat, Holding UMi bukan sekadar struktur korporasi. Ia telah menjadi ekosistem hidup yang menghidupi jutaan keluarga di pelosok negeri.

Tiga Fase Perjalanan yang Mengubah Hidup

Yang membuat Holding UMi berbeda adalah pendekatannya yang terintegrasi dan bertahap. Ekosistem ini dirancang bukan hanya untuk memberi pinjaman, melainkan untuk menemani setiap nasabah tumbuh secara bertahap melalui tiga fase perjalanan.

Fase pertama adalah pemberdayaan (Empower). Di sinilah peran PNM berada di garis terdepan. Melalui model group lending PNM Mekaar, ibu-ibu prasejahtera yang belum layak secara finansial dan belum memiliki akses ke bank formal mendapatkan modal usaha, sekaligus pendampingan intensif dari para petugas PNM. Mereka tidak hanya diberi modal mereka juga dibekali dengan pengetahuan kewirausahaan, literasi keuangan, dan semangat komunitas melalui pertemuan kelompok rutin.

Fase kedua adalah integrasi (Integrate). Ketika kapasitas usaha nasabah mulai berkembang, pintu layanan BRI dan Pegadaian terbuka lebar. Nasabah bisa mengakses tabungan, layanan gadai, hingga produk keuangan yang lebih beragam semuanya dalam satu ekosistem yang terhubung.

Fase ketiga adalah naik kelas (Upgrade). Inilah puncak dari perjalanan panjang itu: nasabah yang semula hanya mengenal pinjaman kelompok kecil kini telah tumbuh menjadi pelaku usaha dengan kapasitas yang lebih matang, siap mengakses pembiayaan komersial yang lebih besar untuk memperluas usaha dan pasar mereka.

22,4 Juta Nasabah: Angka di Baliknya Ada Wajah Nyata

Hingga Agustus 2025, PNM telah melayani lebih dari 22,4 juta nasabah. Angka ini bukan sekadar statistik di balik setiap data ada perempuan yang bangun lebih pagi, yang merawat dagangannya dengan penuh harapan, yang menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan anak-anaknya.

Agar layanan bisa dirasakan hingga pelosok negeri, PNM menghadirkan 4.656 jaringan yang terdiri dari 58 cabang, 3.977 kantor unit Mekaar, 618 kantor unit ULaMM, serta 3 unit representative. Jaringan ini tersebar di 36 provinsi, 452 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan menjangkau daerah-daerah yang selama ini hanya bisa diangankan memiliki akses layanan keuangan. Ini menjadi bukti nyata komitmen PNM dalam menghadirkan akses keuangan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Naik Kelas: Lebih dari Sekadar Mimpi

Bagi PNM, kebanggaan terbesar adalah melihat perubahan nyata yang dialami nasabah. Lebih dari 2,8 juta nasabah PNM Mekaar telah berhasil naik kelas ke BRI dan Pegadaian untuk mengembangkan usaha, memperluas peluang, serta melangkah lebih jauh.

Perjalanan naik kelas ini bukan terjadi dalam semalam. Ia adalah buah dari proses pendampingan yang konsisten pertemuan kelompok mingguan, pelatihan manajemen keuangan sederhana, hingga dorongan moral yang diberikan para petugas PNM kepada ibu-ibu nasabahnya. Ketika seorang ibu berhasil membuka cabang warungnya yang kedua, atau ketika usaha kerajinan tangannya mulai menembus pasar luar kota, di situlah makna sesungguhnya dari program ini terasa.

Bahkan, kini lebih dari 450 ribu nasabah PNM Mekaar menjadi agen BRILink yang melayani masyarakat sekitar, membantu tetangga, memperkuat komunitas, serta membuka jalan bagi akses keuangan yang lebih mudah. Dari penerima manfaat, mereka kini menjadi penyebar manfaat.

Dari Desa Batu Jaya: Ketika Satu Perempuan Mengubah Satu Desa

Yetti, agen BRILink sekaligus nasabah PNM Mekaar di Sulawesi Tenggara, menyampaikan bahwa kehadiran program PNM telah memberi manfaat besar bagi desanya. "Karena di Desa Batu Jaya, kalau mau tarik tunai atau transfer harus ke Desa Langgapulu dengan jarak 9 kilometer. Makanya saya bertekad menjadi agen BRILink Mekaar agar bisa membantu warga sekitar," ungkap Yetti.

Kisah Yetti bukan satu-satunya. Di Kabupaten Bandung Barat, Onih Suryati nasabah PNM Mekaar sekaligus agen BRILink membangun usaha budidaya cacing dan produksi pupuk kascing dari masalah limbah yang ada di sekitarnya. Berawal dari pelatihan yang difasilitasi PNM, Onih berhasil mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang kini menjadi sumber penghasilan keluarganya.

Kisah-kisah seperti Yetti dan Onih adalah bukti bagaimana PNM tidak hanya memberi ruang bagi masyarakat desa untuk mandiri, tetapi juga mendorong mereka untuk melayani lingkungannya. Satu perempuan yang berdaya bisa menggerakkan satu komunitas.

Pendampingan sebagai Inti, Bukan Sekadar Pelengkap

Yang membedakan PNM dari lembaga keuangan biasa adalah komitmennya terhadap pendampingan. Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang dijalankan PNM mencakup pelatihan kewirausahaan, literasi digital, pemasaran, hingga manajemen keuangan dasar. Semua ini diberikan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya sekali saat akad pinjaman.

Holding UMi juga aktif menggelar program literasi keuangan, baik secara langsung di lapangan maupun melalui media digital. Program-program seperti Menabung Kelompok Mekaar menjadi sarana pemberdayaan dan edukasi yang mengakar di komunitas, membangun kebiasaan finansial yang sehat dari bawah.

Dengan ekosistem yang terintegrasi, nasabah juga mendapatkan akses ke layanan yang lebih luas. Beberapa nasabah yang kini telah bergabung dalam ekosistem Holding UMi mulai mengenal investasi melalui tabungan emas Pegadaian sebuah langkah kecil yang berarti besar bagi masa depan finansial mereka dan keluarganya.

Suara dari Pimpinan: Berjalan Bersama, Dampak Lebih Besar

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi Holding Ultra Mikro. "Holding Ultra Mikro adalah bukti nyata bahwa ketika kita berjalan bersama, dampaknya jauh lebih besar. PNM percaya bahwa setiap perjuangan layak ditemani, dan bersama BRI serta Pegadaian, kami menemani para nasabah untuk tumbuh lebih kuat," ujar Arief.

Menurutnya, pencapaian PNM adalah hasil dari kerja bersama yang didasari semangat memberdayakan masyarakat. Bukan hanya soal angka nasabah atau jaringan kantor, tetapi tentang bagaimana setiap rupiah modal yang disalurkan benar-benar menggerakkan roda ekonomi dari tingkat yang paling bawah.

Sinergi Holding UMi juga selaras dengan semangat pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan penguatan kewirausahaan rakyat. Setiap nasabah yang naik kelas adalah satu langkah nyata menuju Indonesia yang lebih tangguh dan berdaulat secara ekonomi.

Empat Tahun dan Seterusnya: Optimisme yang Berakar pada Bukti

PNM bersama BRI dan Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus melayani jutaan masyarakat di Indonesia. Dengan sinergi Holding Ultra Mikro, PNM optimistis dapat menghadirkan lebih banyak senyum dari usaha kecil yang tumbuh, keluarga yang lebih sejahtera, hingga Indonesia yang lebih tangguh.

Empat tahun adalah awal. Selama masih ada perempuan yang belum terjangkau layanan keuangan, selama masih ada ibu-ibu di desa terpencil yang bermimpi memiliki usaha sendiri, PNM akan terus hadir. Bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra yang setia menemani setiap langkah perjuangan mereka.

Karena bagi PNM, senyum seorang ibu yang usahanya berkembang adalah pencapaian yang tak ternilai harganya.

#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM