24 July 2026

13 Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha dan Tips Memilihnya

13 Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha dan Tips Memilihnya

Banyak pengusaha baru merasa usahanya sudah menghasilkan keuntungan karena uang di rekening terus bertambah. 

Padahal, setelah dihitung kembali, sebagian besar uang tersebut ternyata masih harus digunakan untuk membeli stok, membayar tagihan, atau memenuhi kebutuhan operasional lainnya. 

Kondisi seperti ini sering terjadi ketika pemasukan dan pengeluaran belum tercatat dengan rapi.

Supaya arus kas lebih mudah dipantau, kamu bisa memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan usaha. 

Selain membantu mencatat setiap transaksi, aplikasi ini juga mendukung manajemen keuangan UMKM agar kondisi keuangan usaha lebih mudah dipahami dan keputusan bisnis bisa dibuat berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Lantas, aplikasi apa saja yang bisa digunakan? Yuk, simak penjelasan artikel di bawah ini!

Daftar Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

Memilih aplikasi keuangan tidak cukup hanya dengan melihat jumlah fiturnya. Kamu juga perlu mempertimbangkan ukuran usaha, banyaknya transaksi, hingga kebutuhan operasional sehari-hari. 

Aplikasi yang sesuai akan membuat cara mengatur uang usaha kecil menjadi lebih praktis karena proses pencatatan dapat dilakukan secara konsisten tanpa memakan banyak waktu.

Berikut beberapa rekomendasi aplikasi yang bisa kamu pertimbangkan:

 1. Buku Warung

Jika kamu baru merintis usaha skala ultra mikro, Buku Warung bisa menjadi pilihan karena tampilannya sederhana dan mudah dipahami. Aplikasi pencatatan uang gratis ini membantu mencatat pemasukan, pengeluaran, serta utang piutang dalam satu tempat.

Salah satu fitur yang cukup membantu yaitu pengingat pembayaran melalui SMS. Dengan begitu, kamu lebih mudah mengingatkan pelanggan yang masih memiliki tagihan tanpa harus melakukannya secara manual.

2. Labamu

Labamu tidak hanya membantu menyusun catatan keuangan secara digital, tetapi juga menyediakan berbagai layanan tambahan, seperti penjualan pulsa, token listrik, hingga voucher game.

Bagi pengusaha yang memiliki toko kelontong atau usaha kecil yang menjual berbagai produk digital, aplikasi ini dapat menjadi pilihan karena aktivitas penjualan dan pencatatan keuangan bisa dilakukan dalam satu aplikasi.

3. Akuntansiku

Akuntansiku menyediakan fitur yang lebih lengkap dibandingkan aplikasi pencatatan sederhana. Selain mencatat pemasukan dan pengeluaran, aplikasi ini juga mendukung pengelolaan inventaris, penyusunan laporan keuangan, hingga pelacakan pajak.

Karena fiturnya cukup beragam, aplikasi ini lebih cocok digunakan oleh usaha skala mikro yang mulai berkembang dan membutuhkan pengelolaan keuangan yang lebih rapi.

4. Teman Bisnis

Teman Bisnis membantu pengusaha mencatat sekaligus mengevaluasi kondisi keuangan usahanya. Tidak hanya menampilkan data transaksi, aplikasi ini juga menyajikan informasi yang memudahkan kamu memahami perkembangan bisnis.

Aplikasi ini sudah disesuaikan dengan standar akuntansi di Indonesia sehingga cocok digunakan oleh UMKM yang ingin mulai membuat pencatatan keuangan lebih tertata tanpa harus memahami akuntansi secara mendalam.

5. POST

Berbeda dari aplikasi pembukuan biasa, POST menggabungkan sistem kasir atau Point of Sale (POS) dengan laporan keuangan otomatis. Point of Sale merupakan sistem yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara langsung di kasir.

Setiap transaksi yang terjadi akan otomatis masuk ke laporan keuangan secara real-time, yaitu data langsung diperbarui saat transaksi berlangsung. Selain itu, POST juga mendukung manajemen stok, pembayaran QRIS, hingga pengelolaan banyak cabang.

Karena fitur tersebut, POST lebih sesuai digunakan oleh usaha skala kecil hingga menengah, terutama bisnis ritel, restoran, kafe, salon, atau usaha lain yang memiliki transaksi harian cukup tinggi.

6. Paper.id

Paper.id membantu pengusaha mengelola pembukuan sekaligus proses administrasi bisnis. Selain mencatat transaksi, aplikasi ini memudahkan pembuatan invoice atau tagihan kepada pelanggan serta pengelolaan transaksi dengan pemasok secara digital.

Bagi usaha yang mulai sering bekerja sama dengan klien atau supplier, Paper.id dapat membantu membuat proses penagihan dan pencatatan transaksi menjadi lebih teratur.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Omzet Penjualan untuk Usaha Mikro

7. Kledo

Kledo merupakan aplikasi akuntansi berbasis cloud, yaitu sistem yang dapat diakses melalui internet sehingga data tersimpan secara online dan bisa dibuka dari berbagai perangkat.

Aplikasi ini menyediakan laporan keuangan real-time, manajemen inventaris, hingga akses untuk beberapa pengguna dalam satu akun. Karena memiliki fitur yang cukup lengkap, Kledo lebih cocok digunakan oleh usaha yang sudah memiliki tim dan membutuhkan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur.

8. Mekari Jurnal

Mekari Jurnal dikenal sebagai software akuntansi yang menyediakan laporan laba rugi, neraca, hingga laporan arus kas secara otomatis.

Aplikasi ini lebih sesuai untuk bisnis skala menengah yang sudah memiliki proses akuntansi lebih formal atau tim keuangan khusus. Namun, untuk pencatatan transaksi harian dari kasir, biasanya diperlukan integrasi dengan sistem lain agar seluruh data dapat tercatat secara otomatis.

9. Wave Accounting

Wave Accounting menjadi pilihan menarik bagi freelancer maupun usaha kecil karena menyediakan berbagai fitur akuntansi tanpa biaya. 

Selain mencatat pemasukan dan pengeluaran, aplikasi ini juga mendukung pembuatan invoice, pengelolaan pembayaran, hingga pencatatan gaji.

Meski begitu, dukungan terhadap sistem pembayaran maupun kebutuhan bisnis di Indonesia masih terbatas sehingga pengguna mungkin memerlukan penyesuaian dalam operasional sehari-hari.

10. Accurate Online

Accurate Online menawarkan fitur pembukuan yang lengkap, mulai dari pencatatan transaksi, laporan keuangan, hingga pengelolaan perpajakan.

Aplikasi ini umumnya digunakan oleh usaha yang sudah memiliki alur administrasi dan akuntansi yang lebih kompleks. Untuk bisnis ritel atau restoran, Accurate Online sering dipadukan dengan aplikasi POS agar transaksi penjualan dapat tercatat secara otomatis.

11. Zahir Accounting

Zahir Accounting termasuk software akuntansi yang sudah lama digunakan oleh berbagai bisnis di Indonesia. Fitur yang tersedia mencakup pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan persediaan, hingga berbagai laporan bisnis lainnya.

Karena fiturnya cukup lengkap, aplikasi ini lebih sesuai untuk perusahaan atau usaha yang membutuhkan laporan keuangan profesional sebagai dasar pengambilan keputusan.

12. Zoho Books

Zoho Books merupakan bagian dari ekosistem Zoho yang menyediakan berbagai solusi untuk operasional bisnis. Di dalamnya tersedia fitur pembukuan, pencatatan transaksi, pengelolaan tagihan, serta laporan keuangan.

Aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang sudah terdigitalisasi dan memanfaatkan berbagai sistem kerja berbasis online. Namun, beberapa pengusaha di Indonesia mungkin perlu melakukan penyesuaian agar alur kerja sesuai dengan kebutuhan operasional lokal.

13. FreshBooks

FreshBooks dikenal sebagai aplikasi akuntansi yang banyak digunakan oleh penyedia jasa dan freelancer. Fokus utamanya berada pada pembuatan invoice, pencatatan pendapatan, serta pengelolaan pembayaran dari klien.

Jika usaha kamu bergerak di bidang konsultasi, desain, atau layanan profesional lainnya, FreshBooks dapat membantu proses administrasi menjadi lebih sederhana.

Namun, untuk toko fisik atau bisnis yang menjual banyak produk, aplikasi ini belum menyediakan integrasi kasir secara langsung sehingga fiturnya kurang optimal dibandingkan aplikasi lain yang memang dirancang untuk bisnis ritel.

Baca juga: Cara Mengelola Modal Pinjaman Usaha Mikro dengan Bijak

Tips dalam Memilih Aplikasi Pencatatan Keuangan Usaha

Setiap aplikasi memiliki keunggulan yang berbeda. Karena itu, pilihlah aplikasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan usahamu, bukan hanya karena memiliki banyak fitur. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

1. Perhatikan Fitur yang Tersedia

Sebelum memilih, cek apakah aplikasi menyediakan fitur yang memang kamu butuhkan, seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran, laporan keuangan, pengelolaan stok, atau pembuatan invoice.

2. Periksa fitur Penyimpanan Data

Pilih aplikasi yang memiliki fitur backup, yaitu salinan data yang dapat digunakan jika terjadi kendala pada perangkat. Jika tersedia, penyimpanan berbasis cloud juga menjadi nilai tambah karena data dapat diakses dari berbagai perangkat.

3. Sesuaikan dengan Anggaran

Tidak semua usaha memerlukan aplikasi berbayar. Kamu bisa memulai dengan versi gratis atau paket dasar, lalu meningkatkan layanan ketika kebutuhan bisnis semakin berkembang.

Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara rutin bukan hanya membantu mengetahui kondisi keuangan usaha saat ini, tetapi juga menjadi bekal untuk merencanakan pengembangan bisnis di masa depan. 

Ketika arus kas lebih terkontrol dan kebutuhan modal dapat diperkirakan dengan lebih baik, kamu pun bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengembangkan usaha.

Jika usahamu masih berada pada skala ultra mikro dan membutuhkan tambahan modal untuk berkembang tanpa menggunakan jaminan, PNM dengan semangat Melayani Sepenuh Hati memberikan layanan PNM Mekaar sebagai salah satu solusi pembiayaan yang juga disertai pendampingan bagi pengusaha perempuan.

Berbagai pelatihan yang termasuk dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) tersebut, mulai dari literasi usaha, literasi keuangan, hingga literasi digital, dapat membantu kamu mengembangkan usaha dengan bekal pengetahuan yang lebih memadai.

Dari sisi legalitas, PNM telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga kredibilitasnya tidak perlu diragukan.

PNM Mekaar sendiri diperuntukkan bagi perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18-63 tahun yang memiliki atau ingin memulai usaha. Pengajuan pembiayaan dilakukan secara berkelompok dengan minimal 10 orang sesuai ketentuan program.

Keunggulan lainnya, PNM Mekaar tidak mewajibkan adanya agunan. Dengan persyaratan tersebut, pengusaha yang baru memulai usaha maupun yang ingin mengembangkannya memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan.

Untuk mengajukannya, persyaratan administrasi yang diperlukan juga relatif sederhana, yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Khusus bagi nasabah yang sudah menikah, proses pengajuan juga memerlukan persetujuan dari pasangan.

Apabila kamu tertarik mengetahui lebih lanjut tentang PNM Mekaar, mulai dari persyaratan, pembiayaan, hingga program pelatihannya, silakan kunjungi website PNM, Instagram PNM, atau hubungi layanan pelanggan PNM di 1500-654.

Ayo, wujudkan rencana pengembangan usahamu bersama PNM Mekaar dengan mengajukan pembiayaan di kantor cabang PNM terdekat sekarang!

Baca juga: Pinjaman Syariah Tanpa Agunan dari PNM: Syarat, Besaran Dana, dan Prosedur