29 September 2026

Catat! Ini 6 Cara Mengatasi Kredit Macet & Tips Mencegahnya

Catat! Ini 6 Cara Mengatasi Kredit Macet & Tips Mencegahnya

Mungkin kamu mengambil pembiayaan untuk menambah modal usaha dengan harapan penjualan dan pendapatan bisa meningkat. Namun, kondisi usaha ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Penjualan menurun, biaya operasional meningkat, atau modal usaha tidak dikelola dengan baik hingga pemasukan tidak lagi cukup untuk membayar cicilan.

Jika kondisi tersebut berlangsung dan kewajiban pembayaranmu tidak terpenuhi, kamu bisa mengalami kredit macet. Dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, kredit dengan kualitas macet termasuk dalam Kolektibilitas 5.

Jika terus dibiarkan, kredit macet bukan hanya membuat kewajiban pembayaranmu semakin berat, tetapi juga bisa memengaruhi riwayat kredit dan menyulitkan kamu ketika membutuhkan pembiayaan lagi untuk usaha.

Karena itu, baca artikel ini hingga akhir untuk mengetahui cara mengatasi kredit macet, serta langkah yang bisa kamu lakukan agar masalah serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. 

Bagaimana Cara Mengatasi Kredit Macet?

Yang paling penting adalah jangan menutup utang lama dengan pinjaman baru tanpa memperkirakan kemampuan bayarmu. Berikut beberapa cara mengatasi kredit macet yang lebih aman dan bisa kamu lakukan:

1. Cek Jumlah Tunggakan dan Hubungi Pemberi Pinjaman

Pertama, cari tahu berapa jumlah kewajiban yang belum kamu bayar, termasuk pokok, bunga, denda, atau biaya lain sesuai perjanjian. Setelah mengetahui jumlahnya, lihat kembali kemampuan keuanganmu untuk menentukan berapa dana yang bisa dialokasikan untuk membayar kewajiban tersebut.

Kamu juga bisa menghitung kembali pengeluaran usaha dan pribadi untuk mengetahui dana yang benar-benar bisa digunakan untuk membayar sisa kredit. Jika ada pengeluaran yang masih dapat dikurangi atau ditunda, alokasikan dana tersebut untuk memenuhi kewajiban kredit.

Dengan mengetahui jumlah tunggakan dan kondisi kredit secara jelas, kamu bisa menentukan langkah berikutnya sesuai kemampuan keuanganmu.

Baca juga: Skor Kredit: Fungsi, Penyebab Penurunan Skor, dan Cara Meningkatkannya

2. Lunasi Tunggakan Jika Sudah Mampu

Jika setelah menghitung kondisi keuangan dan kamu merasa mampu melunasi seluruh tunggakan atau sisa kredit, segera lakukan pembayaran sesuai jumlah yang telah dikonfirmasi oleh pemberi pinjaman.

Setelah pembayaran selesai, simpan bukti pembayaran dan minta konfirmasi dari pemberi pinjaman bahwa seluruh kewajibanmu telah dilunasi.

Namun, jika belum mampu melunasi seluruhnya, jangan memaksakan diri. Lanjutkan ke opsi penyelesaian berikutnya yang sesuai dengan kemampuanmu.

3. Ajukan Restrukturisasi Jika Belum Mampu Melunasi Sekaligus

Kalau kamu belum mampu melunasi seluruh tunggakan sekaligus, tanyakan kepada pemberi pinjaman apakah tersedia opsi restrukturisasi kredit. Restrukturisasi merupakan penyesuaian kembali ketentuan kredit berdasarkan kesepakatan antara kamu dan pemberi pinjaman. 

Misalnya, jika sebelumnya kredit harus dilunasi dalam 12 bulan, jangka waktunya bisa diperpanjang menjadi lebih lama sehingga jumlah cicilan yang kamu bayar setiap bulan menjadi lebih ringan. Bentuk penyesuaian lainnya bergantung pada kebijakan dan hasil kesepakatanmu dengan pemberi pinjaman. 

Perlu diingat, restrukturisasi bukan berarti utang dihapus atau otomatis menjadi lebih kecil. Setiap pemberi pinjaman memiliki kebijakan dan persyaratan yang berbeda sehingga pastikan kamu memahami ketentuan baru tersebut sebelum menyetujuinya.

4. Minta Bukti Pelunasan

Setelah seluruh kewajiban kredit selesai dibayar, jangan lupa meminta Surat Keterangan Lunas (SKL) atau dokumen resmi lain dari pemberi pinjaman. Dokumen ini menunjukkan bahwa kamu sudah menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai kredit yang diberikan.

Periksa kembali nama, nomor kredit, tanggal pelunasan, dan informasi lain yang tercantum agar sesuai dengan data kreditmu. Setelah itu, simpan SKL bersama bukti pembayaran di tempat yang aman. Dokumen tersebut penting jika di kemudian hari kamu perlu membuktikan bahwa kredit sudah dilunasi atau melakukan klarifikasi terkait status kredit.

5. Pastikan Data Kredit Sudah Diperbarui

Status kredit tidak selalu langsung berubah pada hari yang sama ketika kamu melakukan pembayaran. Oleh karena itu, setelah kamu melunasi kredit, pemberi pinjaman perlu memperbarui status kreditmu di SLIK OJK agar data kreditmu menunjukkan bahwa pinjaman tersebut sudah lunas. 

6. Cek Riwayat Kredit melalui iDebKu OJK

Selain meminta konfirmasi kepada pemberi pinjaman, kamu juga bisa mengecek informasi kredit melalui layanan iDebKu OJK. Layanan ini dapat digunakan untuk melihat informasi debitur yang tercatat dalam SLIK OJK, termasuk status dan riwayat kredit yang dilaporkan oleh lembaga keuangan.

Jika statusnya masih menunjukkan tunggakan padahal kamu sudah melunasinya, hubungi pemberi pinjaman untuk meminta klarifikasi dan memastikan data tersebut diperbarui.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Gali Lobang Tutup Lobang Utang Pinjaman Usaha

Tips Mencegah Kredit Macet pada Pembiayaan Berikutnya

Kredit macet sudah berhasil diselesaikan, jangan sampai kejadian yang sama terulang lagi di pembiayaan berikutnya. 

Kalau penyebab kredit macetmu kemarin adalah karena usaha yang belum mampu menghasilkan pemasukan secara stabil, mengambil pembiayaan baru tanpa memperbaiki kondisi tersebut hanya akan mengulang masalah yang sama.

Jadi, supaya pembiayaan berikutnya tetap lancar, kamu perlu memperbaiki cara mengelola keuangan sekaligus memastikan usaha mampu menghasilkan pemasukan yang cukup.

1. Hitung Kemampuan Membayar Sebelum Meminjam

Sebelum mengambil pembiayaan, hitung terlebih dahulu berapa besar cicilan yang mampu kamu bayar dari pemasukan usaha setiap bulan. Gunakan perkiraan pendapatan yang realistis berdasarkan kondisi penjualan, bukan mengandalkan target atau penjualan tertinggi yang belum tentu tercapai.

Pastikan pemasukan usaha masih cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional, pengeluaran rutin, dan cicilan setelah pembiayaan diambil. Dengan menghitung kemampuan membayar sejak awal, kamu bisa menentukan jumlah pembiayaan yang lebih sesuai dan mengurangi risiko kesulitan membayar di kemudian hari.

2. Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi

Usahakan tidak mencampurkan uang usaha dengan dana untuk kebutuhan pribadi atau rumah tangga. Pisahkan keduanya agar kamu bisa mengetahui berapa uang yang benar-benar tersedia untuk menjalankan usaha dan membayar kewajiban.

Kebiasaan ini juga membantu kamu melihat kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas. Penjualan yang terlihat ramai belum tentu berarti usaha menghasilkan keuntungan jika sebagian uangnya langsung terpakai untuk kebutuhan pribadi.

3. Catat Pemasukan dan Pengeluaran

Biasakan mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara rutin, meskipun jumlah transaksinya masih kecil. Catat penjualan, pembelian bahan atau stok, biaya operasional, cicilan, dan pengeluaran lainnya.

Dari catatan tersebut, kamu bisa mengetahui kondisi arus kas dan menyiapkan dana untuk pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo.  

4. Siapkan Dana Cadangan Usaha

Pendapatan usaha tidak selalu stabil setiap bulan. Ada saatnya penjualan meningkat, tetapi ada pula masa di mana pembeli berkurang atau biaya operasional justru naik.

Karena itu, sisihkan sebagian keuntungan yang kamu dapat sebagai dana cadangan usaha. Dana tersebut bisa menjadi pengaman ketika pemasukan usahamu menurun sehingga kebutuhan operasional dan kewajiban pembayaranmu tetap dapat dipenuhi.

Baca juga: 14 Cara Mengatur Uang Usaha Kecil yang Efektif dan Praktis

Belajar Mengelola Usaha Lebih Terarah melalui PKU PNM

Kalau kamu ingin lebih memahami cara mengelola dan mengembangkan usaha, kamu bisa mengikuti Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)PNM untuk mendapatkan pelatihan dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam menjalankan usaha.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan lembaga keuangan nonbank milik negara yang memberikan pembiayaan sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha. Melalui program PKU, kamu bisa mendapatkan pelatihan yang membantu meningkatkan kemampuanmu dalam mengelola dan mengembangkan usaha, termasuk memahami literasi keuangan dan memanfaatkan teknologi digital.

Untuk mendapatkan manfaat pendampingan dari PNM, kamu bisa bergabung menjadi nasabahPNM Mekaar atauPNM ULaMM. Dengan begitu, kamu bisa memperoleh pembiayaan sekaligus mengikuti pelatihan dan pendampingan yang dapat membantu kamu mengelola usaha secara lebih terarah.

Perlu kamu catat, PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi maupun website. Pengajuan pembiayaan PNM dilakukan secara langsung melaluikantor cabang PNM, tanpa menggunakan perantara online.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembiayaan dan program pendampingan PNM, kunjungiwebsite resmi PNM atau hubungi call center PNM di 1500-654.