6 Cara Daftar QRIS untuk Usaha: Syarat, Biaya, & Langkahnya

Sekarang ini, hampir semua pembeli sudah terbiasa membayar pakai QRIS, mulai dari warung kecil sampai pedagang kaki lima.
Kalau usahamu belum menyediakan metode pembayaran ini, kamu bisa saja kehilangan pembeli yang malas membawa uang tunai.
Oleh karena itu, memahami cara daftar QRIS untuk usaha jadi langkah penting supaya kamu bisa memberikan lebih banyak pilihan pembayaran kepada pelanggan sehingga berpeluang meningkatkan omzet usaha.
Yuk, simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahui syarat dan cara daftar QRIS untuk usahamu.
Kenapa QRIS Penting untuk Usaha Kamu?
Sebelum masuk ke biaya dan syarat, ada baiknya kamu tahu dulu manfaat QRIS untuk usaha. Beberapa manfaatnya antara lain:
- Memudahkan Pembayaran: Pelanggan bisa membayar melalui berbagai dompet digital maupun mobile banking hanya dengan memindai satu kode QR.
- Tidak Perlu Banyak Kode Pembayaran: Kamu cukup menyediakan satu kode QRIS untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang mendukung QRIS.
- Transaksi Lebih Mudah Dipantau: Pembayaran tercatat secara digital sehingga kamu bisa mengecek pemasukan tanpa mencatat transaksi satu per satu.
- Mengurangi Penggunaan Uang Tunai: Kamu tidak perlu terlalu sering menyediakan uang kembalian atau menyimpan banyak uang tunai di tempat usaha.
- Mengurangi Risiko Salah Hitung: Nominal pembayaran tercatat sesuai dengan transaksi sehingga membantu mengurangi kesalahan saat menghitung pembayaran dan kembalian.
Baca juga: 12 Cara Mengembangkan Usaha Kecil Menjadi Besar & Berkembang
Berapa Biaya untuk Membuat QRIS?
Sebelum membahas tentang cara daftar QRIS untuk usaha, berikut gambaran biaya yang perlu kamu ketahui lebih dulu:
1. Biaya Pendaftaran
Kebanyakan penyedia layanan QRIS, seperti aplikasi dompet digital atau bank, tidak mengenakan biaya pendaftaran alias gratis.
Namun, ada juga sebagian penyedia yang mengenakan biaya kecil di awal, biasanya untuk mencetak kode QR fisik yang bisa langsung dipajang di tempat usahamu.
Karena kebijakan tiap penyedia berbeda, sebaiknya kamu cek dulu biaya pendaftaran di aplikasi yang kamu pilih sebelum melanjutkan proses.
2. Biaya Transaksi
Setiap transaksi lewat QRIS biasanya dikenakan potongan kecil yang disebut Merchant Discount Rate, atau disingkat MDR. Potongan ini otomatis dipotong dari nominal pembayaran yang masuk ke rekeningmu, bukan dibebankan kepada pembeli.
Untuk usaha berskala mikro, potongan ini biasanya lebih ringan, berkisar 0,3 persen dari nilai transaksi. Sementara untuk usaha reguler, potongannya bisa mencapai sekitar 0,7 persen.
Sebagai contoh, kalau pembeli bayar Rp100.000 dengan potongan 0,3 persen, dana yang masuk ke rekeningmu sekitar Rp99.700.
3. Biaya Pencairan Dana
Beberapa penyedia QRIS juga mengenakan biaya kecil saat kamu mencairkan saldo ke rekening bank, terutama kalau rekening tujuan berbeda dari bank penyedia utama. Biaya ini biasanya hanya beberapa ribu rupiah saja per pencairan.
Supaya tidak terkejut, cek dulu ketentuan biaya pencairan dari aplikasi yang kamu pilih karena tiap penyedia bisa punya kebijakan yang sedikit berbeda.
Syarat yang Perlu Disiapkan sebelum Daftar QRIS
Nah, setelah mengetahui detail biaya saat menggunakan QRIS, berikut beberapa syarat yang perlu kamu siapkan supaya proses pendaftaranmu berjalan lancar.
- KTP pemilik usaha yang masih berlaku.
- Nomor HP aktif untuk verifikasi lewat kode OTP.
- Email aktif untuk menerima notifikasi pendaftaran.
- Rekening bank atas nama pemilik usaha untuk tempat pencairan dana.
- Informasi usaha, seperti nama toko, alamat, dan kategori usaha.
- Foto tempat usaha atau produk apabila diminta oleh penyedia layanan.
Kabar baiknya, kamu tidak harus punya badan usaha resmi untuk bisa mendaftar QRIS. Usaha rumahan, warung kecil, sampai jualan online lewat media sosial pun tetap bisa memakai QRIS selama dokumen di atas sudah lengkap.
Baca juga: Cara Mengurus Surat Izin Usaha lewat OSS, UMKM Wajib Tahu!
Cara Daftar QRIS untuk Usaha Langkah demi Langkah
Setelah dokumen siap, saatnya masuk ke cara daftar QRIS untuk usaha. Perlu diketahui, tahapan pendaftaran bisa berbeda tergantung pada aplikasi atau penyedia QRIS yang kamu pilih, tetapi secara umum prosesnya meliputi langkah-langkah berikut.
- Pilih dan Unduh Aplikasi Penyedia QRIS: Kamu bisa memilih aplikasi dompet digital seperti GoPay Merchant, OVO, atau ShopeePay maupun lewat aplikasi mobile banking dari bank yang kamu pakai. Pastikan penyedia yang kamu pilih sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia.
- Daftar dan Verifikasi Nomor HP: Buka aplikasi, lalu pilih menu pendaftaran merchant baru. Masukkan nomor HP aktif, kemudian kamu akan menerima kode OTP lewat SMS atau WhatsApp untuk memverifikasi nomor tersebut.
- Unggah Dokumen Identitas: Setelah nomor terverifikasi, unggah foto KTP yang jelas, biasanya disertai selfie sambil memegang KTP sebagai bukti tambahan.
- Lengkapi Data Usaha dan Rekening: Isi informasi usaha seperti nama toko, alamat, kategori usaha, dan nomor rekening bank untuk pencairan dana. Data ini penting supaya kode QRIS yang dibuat sesuai dengan identitas usahamu.
- Kirim Pendaftaran dan Tunggu Verifikasi: Setelah semua data terisi, kirim pendaftaran dan tunggu proses verifikasi dari penyedia layanan. Biasanya proses ini memakan waktu sekitar satu sampai tujuh hari kerja, tergantung pada kelengkapan dokumen yang kamu unggah.
- Aktivasi dan Pemasangan Kode QRIS: Kalau pendaftaran disetujui, kode QRIS akan aktif dan bisa langsung diunduh atau dicetak. Pasang kode ini di tempat yang mudah dilihat pembeli, misalnya di meja kasir atau dekat area pembayaran.
Itulah penjelasan mengenai syarat dan cara daftar QRIS untuk usaha yang bisa kamu ikuti. Setelah usahamu mulai menerima pembayaran secara digital, langkah berikutnya adalah memastikan kamu semakin melek soal keuangan dan teknologi.
Di zaman sekarang, hampir semua urusan bisnis, mulai dari pencatatan transaksi keuangan hingga promosi produk sudah dilakukan secara online.
Agar kamu makin mahir mengelola keuangan digital sekaligus memasarkan produk secara modern, kamu bisa mengikuti pelatihan usaha dari PNM lewat Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan lembaga keuangan nonbank milik negara yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah Danantara.
PNM berfokus untuk memberikan pembiayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro dan mikro, terutama mereka yang belum memiliki akses pembiayaan dari perbankan.
Melalui campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membekali kamu dengan pemahaman tentang cara memanfaatkan teknologi digital untuk jualan, serta cara mengatur uang usaha dengan rapi agar bisnismu makin berkembang.
Kamu bisa bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM untuk mendapatkan pembiayaan sesuai kebutuhan usaha sekaligus mengikuti program pelatihan.
Perlu diingat, PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi maupun website. Seluruh proses pengajuan pembiayaan dilakukan secara langsung dan tatap muka melalui kantor unit PNM terdekat, tanpa perantara online dalam bentuk apa pun.
Jika tertarik, kamu bisa mendatangi kantor cabang PNM di kotamu, mengunjungi website resmi PNM untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, atau menghubungi call center PNM di 1500-654. Kamu juga dapat memantau media sosial resmi PNM untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pendaftaran dan program pelatihan.
Baca juga: Mengenal Program Pemberdayaan UMKM di PNM Beserta Tujuannya

Pemberdayaan | 26 Aug 2026
Cara Membuat Proposal Usaha dan Contoh Lengkapnya untuk UMKM





