Peluang Karir
rekrutmen@pnm.co.id
Semoga PNM semakin maju, jaya dan berkembang! Serta seluruh Keluarga Besar PNM Group dan UMKM mendapatkan berkah dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa
Selamat Tahun Baru 2016
Perjalanan sejarah perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997, telah membangkitkan kesadaran akan kekuatan sektor usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi dan prospek potensinya di masa depan....

Pelajari lebih lanjut..

Unit Layanan Modal Mikro

Cari ULaMM terdekat wilayah anda:

ULaMM Datang, Modal Gampang

Ada kata populer yang menjadi buah bibir dalam setiap pembicaraan di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sesuatu itu diyakini sebagai pelaku ekonomi yang tahan banting dan mampu survive menghadapi krisis ekonomi. Itulah UMKMK (Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi), yang pada tahun 2004 memberikan kontribusi senilai Rp 1,786 triliun atau sekitar 57% terhadap total PDB nasional

Peluang ulAmm

Banyak peluang dan potensi. Banyak dibahas dan diperbincangkan. Namun bagaimana cara merealisasikan peluang dan potensi tersebut di tengah masyarakat?

Pelajari lebih lanjut..

ULaMM

Terimakasih kami ucapkan kepada anda calon nasabah ULaMM PNM telah memilih ULaMM sebagai solusi pembiayaan usaha anda. Adapun perkenan kami untuk memperkenalkan bahwa ULaMM merupakan salah satu unit usaha korporasi yang khusus memberikan pembiayaan disertai pendampingan bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Adapun kelebihan dengan menjadi nasabah ULaMM, kami senantiasa akan mendampingi anda selama menjalani usaha baik secara pembiayaan dan pelatihan pengembangan guna meningkatkan kapasitas usaha anda.

Tidak sedikit nasabah yang telah menerima manfaat lain dengan menjadi nasabah binaan ULaMM, sebagai contoh kami akan senantiasa memberikan kesempatan bagi anda untuk dapat melakukan studi banding sampai keluar negeri.

Data

Selanjutnya untuk mengetahui akan informasi terkait simulasi pembiayaan ULaMM, mohon kiranya untuk mengisi database dibawah ini :

Selesai

Bapak atau Ibu Mawar,
Terimakasih atas partisipasi anda menjadi calon nasabah binaan. Untuk informasi lebih dalam terkait simulasi pembiayaan, silahkan memilih wilayah serta daerah layanan UlaMM yang terdekat Anda pada link Berikut ini

Index Berita

Jalan Sehat PNM Cabang Magelang

01 December 2015

Magelang, 19 September 2015 – PTPermodalan Nasional Madani (persero) atau yang lebih dikenal sebagai PNM, punya cara tersendiri untuk menggenjot eksistensi serta promosi keunikan nasabah di sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Untuk itu, PNM memerlukan sinergi bersama pihak eksternal untuk mewujudkannya. Seperti yang dilakukan pada hari ini, PNM turut serta dalam acara Jalan Sehat Harlah LP Ma’arif Tahun 2015yang dilaksanakan bersama dengan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Kabupaten Magelang. Dalam rangkaian acara yang dilaksanakan selama satu hari ini, PNM turut hadir di tengah masyarakat Magelang dalam rangka melakukan promosi sekaligus dalam rangka memperkenalkan secara mendalam mengenai PNM dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang merupakan agen utama pelayanan pengusaha UMKM di daerah. PNM pun turut mengajak contoh sukses PNM di Magelang dengan memperkenalkan beberapa nasabah unggulannya untuk hadir dalam acara Jalan Sehat ini. Arief Mulyadi, Executive Vice President PNMmenjelaskan tulang punggung ekonomi nasional adalah merupakan pengusaha mikro dan kecil, untuk itu PNM hadir sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang secara khusus membantu pengembangan UMKM. Selain melakukan bisnis pembiayaan. “Keunggulan dan keunikan PNM dibanding lembaga keuangan lainnya adalah dengan mengkombinasikan bisnis pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha”, tambah Arief. “Betapa penting peran UMKM dalam memperkokoh sistem perekonomian nasional, baik sebagai penyedia lapangan kerja, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta penyedia berbagai kebutuhan masyarakat secara mudah dan murah. Karena itu, sudah seharusnya para pelaku UMKM ini mendapatkan perhatian dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, BUMN dan masyarakat pada umumnya,” kata Arief. Untuk pembiayaan bagi UMKM, perseroan memfokuskan melalui ULaMM yang melayani pinjaman bagi pelaku usaha mikro. Dengan skema pembayaran yang fleksibel, ULaMM diharapkan menjadi lembaga pembiayaan langsung bagi UMKM yang selama ini belum tersentuh oleh lembaga pembiayaan lainnya. “Kami akan terus berupaya menyediakan pembiayaan bagi para pelaku UMKM yang selama ini masih banyak yang belum mendapatkan akses pembiayaan,” ungkap Arief. Selain melakukan pembiayaan, PNM juga aktif melakukan pembinaan, antara lain berupa pelatihan dan pendampingan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Aktivitas pembinaan ini merupakan upaya PNM untuk melakukan perkuatan kepada pelaku UMKM dengan memberikan modal intelektual, berupa pengetahuan, ketrampilan, dan akses ke sumber daya, tanpa dikenakan biaya apapun. Malahan selain melakukan pelatihan kepada para nasabah secara reguler, PNM juga aktif membina UMKM secara kluster. Pola pembinaan berbasis kluster ini merupakan pola pembinaan secara terpadu mulai dari tahap assesment awal guna mengetahui berbagai kebutuhan para anggota kluster, dilanjutkan dengan serangkain pelatihan menyangkut perkuatan kelompok, manajemen usaha, manajemen keuangan, kewirausahaan, desain produk, pemasaran, teknologi pengemasan, sertifikasi, dan lain-lain. Saat ini, PNM memiliki jaringan sebanyak 715 kantor pelayanan yang melayani para pelaku UMK di 2.931 kecamatan di 27 provinsi di Indonesia. PNM juga melakukan jasa pelatihan usaha atau capacity building kepada para pelaku UMK melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sepanjang 2015 (Januari- Agustus) telah berhasil melaksanakan total pelatihan bagi UMK sebanyak 58 kali pelatihan yang melibatkan 5.885 pelaku Usaha Mikro dan Kecil nasabah ULaMM PNM.

Baca Selanjutnya
Wejangan Sang Bapak UMKM Kepada Nasabah Binaan ULaMM PNM

23 November 2015

Jakarta, 10 September 2015–PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai BUMN yang dikhususkan melakukan pengembangan UMKM melalui perpaduan aktifitas Jasa Pembiayaan dan Jasa Manajemen(Program Pengembangan Kapasitas Usaha – PKU). Direktur Utama PT PNM (Persero), Parman Nataatmadja secara langsung memimpin kontingen yang terdiri atas beberapa nasabah UlaMM PNM, dan turut serta pula Jajaran Dewan Komisaris PT PNM (Persero) berkunjung ke kantor Bappenas untuk bertemu langsung dan mendengarkan arahan serta motivasi dari Menteri PPN / Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Pertemuan sederhana tersebut disambut hangat oleh Sofyan Djalil di ruang kerjanya, “sebuah kehormatan sekali kami dapat diterima dan dapat berdialog langsung dengan beliau di ruang kerjanya ini, dan memberikan pengalaman tersendiri bagi nasabah kami” tambah Parman. 10 Nasabah binaan yang memiliki usaha berbeda ini terdiri atas, pengusaha tape ketan, pembuat keripik slondok, pembuat rempeyek, seniman pengrajin batik, seniman pengrajin endek Bali, hingga petani ikan lele. Seluruh nasabah satu persatu dapat melakukan dialog secara langsung dengan bapak menteri. Adapun dialog pada sore itu disajikan secara ringan namun padat, mengingat jadwal menteri yang cukup padat terkait beberapa program pemerintah yang tidak dapat ditinggalkan pasca reshuffle. Tiap nasabah UlaMM PNM menjelaskan profil usaha serta berbagi cerita pengalaman dan suka duka dalam menjalani usaha selama ini di depan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Tanggapan antusias serta bahagia terlihat dari reaksi Sofyan Djalil ketika mengutarakan beberapa pertanyaan serta usulan kepada tiap masing-masing nasabah UlaMM PNM sembari mencicipi beberapa produk yang dihasilkan oleh nasabah. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil mengatakan bahwa tren kedepan pelaku UMK harus bisa mandiri dan membentuk jaringan usaha atau bersinergi dengan pengusaha lain. “ingat lho bapak-bapak, bahwa fenomena pasar global sudah semakin dekat di depan mata, jangan sampai produk lokal kita kemakan dan akhirnya musnah karena adanya invasi produk beragam dari mereka” Tambah beliau, “belajarlah dari Cina, Korea, Jepang bahkan Thailand bagaimana UMKM mereka dapat berkembang”. Bersama kita ketahui bahwa Cina saat ini adalah Negara yang mulai ditakuti oleh negara-negara lain, bahkan negara maju seperti Amerika. Kehebatan serta keberanian pelaku UMK cina dalam menguasai pasar global nantinya tidak lepas harus dimulai dari sebuah kata yaitu “Pantang Menyerah”. Semangat pantang menyerah itulah yang perlu kita ambil dan kita tiru dari negara berkembang seperti Cina, bukan hal lainnya. Wejangan sang bapak UMKM ini bentul-betul dimanfaatkan dan diresapioleh nasabah binaan UlaMM PNM, dan terlihat Sofyan Djalil sangat berapi-api dalam setiap paparan serta motivasi dan juga berbagi pengalamannya kepada nasabah UlaMM PNM dalam menjalani usahanya. Parman melanjutkan, bahwa manfaat pembiayaan serta Jasa manajemen UlaMM PNM telah dinikmati sebanyak 250 ribu pelaku UMK seluruh Indonesia, dan harapan sampai 2019, ULaMM PNM harus sudah memiliki sampai 1 Juta 200ribu pelaku UMK dengan memiliki berbagai latar belakang usaha yang berbeda-beda. Tambah Parman di akhir acara “bentuk komitmen kami sebagai BUMN yang memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan UMKM, kami telah menambahkan kantor layanan hingga ke pelosok yang menyebar hingga 2,900 Kecamatan seluruh Indonesia, kedepan hingga 2019 kami akan meresmikan 1.200 kantor layanan.”

Baca Selanjutnya
Sinergi PNM dan BRI dalam Mengembangkan Kewirausahaan di Surabaya

17 November 2015

Surabaya, 9 Oktober 2015–PTPermodalanNasionalMadani(Persero)atau yang lebih dikenal sebagai PNM adalah BadanUsahaMilikNegara(BUMN) yang secara rutin melaksanakan kegiatan pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil di Indonesia. Kali ini PNM bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk diajak memberikan kontribusi bersama Kementerian BUMN RI dengan memberikan materi serta sosialisasi bagi pelaku usaha di Surabaya. Turut hadir pada acara yang bertemakan “Gathering Kewirausahaan” tersebut adalah Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K.Ro, serta 4 jajaran petinggi Kementerian BUMNAssiten Deputi Usaha Pembiayaan dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN Sylvester Budi Agung, Assiten Deputi Restrukturisasi BUMN Lili Chairiyah, Kepala Bidang Restrukturisasi I BUMN Dilza Vierson, Kepala Bidang Restrukturisasi II BUMN Adityadan Pemimpin Wilayah BRI Surabaya Ebenezer Girsang. Adapun peran serta PNM bersama BRI pada acara yang diprakasai oleh Kementerian BUMN tersebut adalah sebagai pemapar yang memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjadi wirausahawan dalam menghadapi era pasar global mendatang. Direktur Bisnis Mikro PNM, Carolina Dina Rusdiana mengutarakan disela acara bahwa kegiatan edukasi serta sosialisasi seperti ini sering juga dilakukan oleh PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha atau yang dikenal dengan PKU sampai tingkat Kabupaten dan desa. “sudah lama juga kami menyasar untuk mengedukasi para pelaku usaha di wilayah Surabaya ini, karena tren pertumbuhan pelaku UMK disini cukup berkembang dan bersaing dengan pertumbuhan pelaku UMK dari daerah lain”. Tambah Dina. Executive vice President PNM, Arief Mulyadi mengatakan bahwa gagasan dilaksanakannya gathering Kewirausahaan kali ini, salah satunya dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN yang dapat berimplikasi positif terhadap pengembangan wirausaha lokal. “PNM sangat senang serta antusias dapat mengambil peran dalam acara tersebut, bahkan kami juga mendatangkan dua (2) pelaku usaha binaan ULaMM PNM untuk berbagi cerita dan pengalaman selama menjalani usahanya dan juga sudah terbukti berhasil usahanya”. Lanjut Arif diakhir acara “Sinergi dengan BUMN tentu tidak hanya di Surabaya saja, kedepannya aka nada beberapa wilayah kota yang akan menjadi sasaran pelaksanaan acara serupa”.

Baca Selanjutnya
Eksistensi PNM di BUMN Hadir untuk Negeri

14 November 2015

Jakarta, 23 Oktober 2015 – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga keuangan non bank milik Negara, yang diberi tugas mengembangkan dan meningkatkan keterampilan pelaku UKM, kini kembali menggalakan kegiatan aktivitas pemasaran dengan bersinergi dengan BUMN Nasional. Pada pagi hingga siang hari ini, PNM hadir dalam acara “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang diadakan oleh Kementrian BUMN di Lapangan Parkir Kantor Kawasan Berikat Nusantara. Acara yang rencana dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri BUMN, dan hampir 6.000 orang yang terdiri dari jajaran Direksi juga karyawan dari 68 BUMN ini sekaligus dimanfaatkan bagi PNM untuk menyerahkan bantuan modal mikro kepada tiga pelaku UMK nasabah binaannya. Nasabah penerima bantuan dari PNM adalah Bapak Hartono, pemilik usaha Keripik singkong Jawara yang memperoleh mesin kemasan, lalu Ibu Ernawati pengrajin Batik Betawi yang mendapatkan bantuan berupa canting, alat cap serta kompor dan terakhir Bapak Caskim selaku pengusaha tape ketan dari Cirebon yang memperoleh bantuan berupa peralatan kukus untuk membantu saat produksi. PNM pun turut meramaikan acara dengan menggelar pameran produk-produk nasabah nusantara berjenis kerajinan dan makanan. Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM mengatakan “Pemberian bantuan kepada nasabah – nasabah unggulan PNM dirasa perlu untuk mewujudkan amanat yang telah diberikan ke PNM, yaitu sebagai mitra bagi pelaku UKM. Kemudian, mengingat pasar global ASEAN yang sudah di depan mata, maka PNM pun harus semakin giat memberi perhatian serta mendorong semangat nasabah agar dapat bersaing di pasar global”, ungkap Parman. Bentuk bantuan lain yang diberikan PNM untuk nasabah binaannya adalah berupa program Pengembangan Kapasitas Usaha. Program ini berupa pelatihan untuk pelaku UKM yang berisikan kiat-kiat berwiraswasta agar dapat terus tumbuh dan bersaing di pasar. “Kami memang tidak hanya sekedar memberi bantuan berupa modal, namun kami pun mengajak nasabah untuk dapat bertanggungjawab dengan modal yang sudah kami berikan dengan terus mengembangkan usaha mereka,” ujar Parman. Parman menambahkan program PKU secara aktif selalu dilaksanakan di 62 cabang PNM di seluruh nusantara. Pelatihan yang diberikan pun menyesuaikan kondisi masing-masing provinsi seperti pembekalan akan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha serta motivasi usaha. PNM berkomitmen untuk mendampingi pelaku UKM di Indonesia, oleh sebab itu program pembiayaan dan pelatihan bagi UKM menjadi satu paket dan uniqness yang tidak dapat dipisahkan karena PNM merasa harus bertanggung jawab dalam perkembangan UMK di tanah air. Sebagai tambahan informasi, sejak Juni 2015 PNM melakukan perluasan jaringan dari 26 Cabang menjadi 62 Cabang di seluruh Indonesia. PNM saat ini memiliki jaringan layanan di 2.793 kecamatan 595 kantor Unit Layanan Modal Mikro atau ULaMM. sejak 2009 hingga penutupan di September 2015 PNM telah berhasil menyalurkan 23.1 Triliun, dan di 2015 telah menyalurkan sebesar 1.53 Triliun. Penambahan populasi UKM pun terus bertambah dan saat ini PNM telah memiliki 237 ribu pelaku UKM di seluruh Indonesia.

Baca Selanjutnya
PNM dan Bank Negara Indonesia Sepakati Kerjasama

12 November 2015

Jakarta, 12 Oktober 2015 – Bank Negara Indonesia atau BNI dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperkuat komitmen sinergi dan kerjasama dengan melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama tentang Penggunaan Layanan Integrated Cash Management. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja dan Direktur Bisnis Banking 2 BNI Susanto.,sementara untuk perjanjian kerjasama penggunaan layanan integrated cash management ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Operasi PNM Kemas Hasani dan Direktur Jaringan dan Layanan BNI Adi Sulistyowati. Parman Nataatmadja menuturkan nota kesepahaman yang menyangkut kegiatan pembiayaan PNM ini merupakan bentuk sinergi dan kepercayaan BNI kepada PNM, selaku lembaga keuangan non-bank milik Negara yang dikhususkan membantu pembiayaan UMKM. ”Dengan menjadikan PNM sebagai mitra bisnisnya, BNI telah membantu dan memberikan kepeduliannya terhadap UMKM,” tuturnya di sela acara Penandatangan Nota Kesepahaman antara PNM dan BNI, Senin (12/10). Menurut Parman, tujuan dari kerjasama ini adalah untuk menunjang kemudahan pelaku UMKM saat bertransaksi keuangan baik saat pembayaran dan transaksi mereka sehari-hari. Tambah Parman, kedepannya nasabah PNM akan diarahkan menuju sistem pembayaran cashless. Dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman ini, maka diharapkan penggunaan Virtual Account dari BNI untuk nasabah PNM dapat dimaksimalkan. Selain penggunaan produk-produk BNI, fasilitas penyimpanan dan pengelolaan dana yang diberikan untuk PNM pun akan dimanfaatkan secara maksimal agar dapat lebih berkiprah dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil di seluruh wilayah Indonesia. Parman menambahkan PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah mendapat tugas dari pemerintah dan legislator melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015 sebesar 1 Triliun untuk membantu pengembangan UMKM dan meluaskan jaringan hingga tahun 2017 menjadi 1200 jaringan. Direktur Bisnis Banking II, Sutanto, menuturkan bahwa sinergi antar BUMN merupakan hal yang wajib dilaksanakan setiap BUMN. “Kontribusi BNI dengan menandatangani nota kesepahaman ini dirasa akan mampu pengembangkan UMKM bersama PNM” ujarnya usai acara penandatanganan. Hingga saat ini layanan PNM telah menjangkau 28 provinsi, di 296 kabupaten dan hampir menjangkau 3.000 kecamatan. Hingga penutupan bulan September tahun 2015, PNM telah memiliki 721 kantor layanan dengan 591 Unit Layanan Modal Mikro yang lebih dikenal sebagai ULaMM PNM. Dengan rencana penambahan jaringan layanan di tahun 2017, PNM akan dapat menjangkau lebih dari 2.900 Kecamatan di Indonesia. Mengenai program pembinaan dan peningkatan kapasitas usaha UMKM, intensitas kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha yang dilakukan PNM juga mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Selama 2015 hingga bulan September, PNM telah melaksanakan 337 kali pelatihan kepada 15.381 pelaku UMK seluru

Baca Selanjutnya
PNM Kembangkan UMK Maritim Indonesia

10 November 2015

Baubau, 29 Juli 2015, – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Kendari memberikan pelatihan bagi nasabah ULaMM dalam rangka Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) di wilayah Klaster Baubau khususnya bagi nasabah dengan sector usaha kemaritiman dengan total 200 peserta nasabah binaan PNM. Pelatihan kali ini menampilkan seorang akademisi dari Universitas Hasanuddin dan juga Pakar Ekonomi Abdul Rahman Farisi SE, MSE. Setelah mendapatkan pembiayaan dari ULaMM, para pelaku UMK ini mendapatkan pembinaan dari PNM, antara lain berupa pelatihan, dengan tujuan agar mereka mampu memanfaatkan pembiayaan secara optimal sehingga usahanya bisa maju dan berkembang. Pelatihan di Kendari ini ini merupakan kelanjutan dari serangkaian pelatihan yang telah dan akan dilakukan PNM melalui 26 kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia, dengan materi dan tenaga instruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik di masing-masing daerah. Executive Vice President Arief Mulyadi PT PNM (Persero) mengatakan, pelatihan di Baubau ini mengambil tema: “Bersama ULaMM PNM Cabang BauBau Menjadi Pengusaha Tangguh dan Tahan Banting”. “Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) saat ini semakin mengalami tantangan yang berat untuk tetap bertahan menjalankan bisnisnya. Keunikan produk atau jasa yang ditawarkan akan menjadi nilai unggul bagi mereka untuk tetap bertahan pada sektor bisnis yang ditekuni. Apalagi sector maritim saat ini menjadi salah satu program nasional oleh pemerintah. PNM akan mendukung pemberdayaan kemaritiman Indonesia melalui program pembinaan UMK di Baubau,” ungkap Arief di sela-sela pelatihan. Para peserta mendapatkan penjelasan yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang mencakup kiat menjadi pengusaha sukses, pemetaan peluang usaha, pemasaran produk, keamanan berusaha, pengembangan kerjasama usaha, membentuk jaringan usaha, dan lain-lain. Melalui materi-materi tersebut para peserta semakin paham mengenai pentingnya manajemen usaha, peningkatan akses pembiayaan, memperluas jaringan hingga pemasaran. Di sela-sela pelaksanaan pelatihan akan dilaksanakan pula penyerahan penghargaan kepada Kelompok Teluk Palabusa serta kepada debitur ULaMM BauBau Usaha Mutiara dan Rumput Laut di Palabusa. Pemimpin PNM cabang Kendari, Wisnandi Habang, menjelaskan Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 70 % lautan dan 30 % daratan. Jadi tidak heran jika Indonesia mempunyai potensi kelautan dan kemaritiman yang sangat besar. Posisi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa yang merupakan pertemuan arus panas dan dingin, menyebabkan sumberdaya hayati kelautan Indonesia begitu beraneka ragam. “Salah satunya di Baubau ini. PNM terus menggenjot nasabah dengan latar belakang usaha hasil kelautan, seperti mutiara dan rumput laut, untuk terus meningkatakan hasil usahanya,” terang Wisnandi. Seluruh potensi maritim ini membutuhkan badan usaha untuk mengolah sumber daya menjadi pundi pundi uang untuk pemasukan negara. PNM sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikhususkan mengembangkan UMK hadir sebagai mitra di Baubau. Pembinaan PNM tidak hanya terbatas selama pelatihan, setelah pelatihan pun masih terus dilakukan pemantauan disertai bimbingan dan jasa konsultasi sesuai kebutuhan, baik menyangkut manajemen usaha, teknis produksi, administrasi keuangan, maupun pemasaran dan promosi usaha. Sedangkan untuk pembiayaan, pihak PNM selalu siap membantu sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan usahanya, yang dilakukan melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). “Ekonomi berbasis maritim mempunyai potensi pemasukan yang besar bagi negara. Potensi laut Indonesia diperkirakan mencapai US$ 1.200 miliar per tahun. Data pemerintah menunjukkan ada lebih dari 56,7 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Jumlah ini mencakup 98% dari total pelaku UMKM. Namun, jika di-breakdown lagi mungkin hanya sekian persen pelaku UMK Indonesia yang berkecimpung di sektor maritim. Kesempatan yang masih amat besar inilah yang coba dibangun oleh PNM bersama-sama dengan nasabah kami dan juga pemerintah daerah setempat. Kami ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelas Wisnandi secara mantap. PNM cabang Kendari saat ini memiliki 13 kantor layanan ULaMM. Seiring dengan rencana pemekaran layanan PNM, cabang Kendari akan membawahi 8 kantor layanan ULaMM sedangkan sisanya akan masuk ke dalam wilayah kantor cabang baru. Hingga bulan Juni 2015 cabang Kendari berhasil mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 71,2 miliar dengan total nasabah penerima manfaat pembiayaan sebanyak 1.515 nasabah.

Baca Selanjutnya

Mitra Website

PNM Group