Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Maknai Kebangkitan Nasional dengan Kerja Nyata dalam Suasana Keharmonisan dan Kemajemukan Bangsa
Selamat Hari Kartini 21 April 2016
Pengrajin Tape Ketan Kuningan - Jawa Barat
Perjalanan sejarah perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997, telah membangkitkan kesadaran akan kekuatan sektor usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi dan prospek potensinya di masa depan....

Pelajari lebih lanjut..

Unit Layanan Modal Mikro

Cari ULaMM terdekat wilayah anda:

ULaMM Datang, Modal Gampang

Ada kata populer yang menjadi buah bibir dalam setiap pembicaraan di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sesuatu itu diyakini sebagai pelaku ekonomi yang tahan banting dan mampu survive menghadapi krisis ekonomi. Itulah UMKMK (Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi), yang pada tahun 2004 memberikan kontribusi senilai Rp 1,786 triliun atau sekitar 57% terhadap total PDB nasional

Peluang ulAmm

Banyak peluang dan potensi. Banyak dibahas dan diperbincangkan. Namun bagaimana cara merealisasikan peluang dan potensi tersebut di tengah masyarakat?

Pelajari lebih lanjut..

ULaMM

Terimakasih kami ucapkan kepada anda calon nasabah ULaMM PNM telah memilih ULaMM sebagai solusi pembiayaan usaha anda. Adapun perkenan kami untuk memperkenalkan bahwa ULaMM merupakan salah satu unit usaha korporasi yang khusus memberikan pembiayaan disertai pendampingan bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Adapun kelebihan dengan menjadi nasabah ULaMM, kami senantiasa akan mendampingi anda selama menjalani usaha baik secara pembiayaan dan pelatihan pengembangan guna meningkatkan kapasitas usaha anda.

Tidak sedikit nasabah yang telah menerima manfaat lain dengan menjadi nasabah binaan ULaMM, sebagai contoh kami akan senantiasa memberikan kesempatan bagi anda untuk dapat melakukan studi banding sampai keluar negeri.

Data

Selanjutnya untuk mengetahui akan informasi terkait simulasi pembiayaan ULaMM, mohon kiranya untuk mengisi database dibawah ini :

Selesai

Bapak atau Ibu ,
Terimakasih atas partisipasi anda menjadi calon nasabah binaan. Untuk informasi lebih dalam terkait simulasi pembiayaan, silahkan memilih wilayah serta daerah layanan UlaMM yang terdekat Anda pada link Berikut ini

Index Berita

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Jalan Sehat

23 May 2016

SLAWI – Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal, mengikuti jalan sehat yang dipusatkan di kompleks Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), kemarin. Kegiatan tersebut diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), bekerja sama dengan Business Developmen Service (BDS) Lembaga Kajian dan Pengembangan Wirausaha Santri (LKPWS) Kabupaten Tegal. Executive Vice President PT PNM, Arief Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut baru kali pertama digelar di Kabupaten Tegal. Tujuannya, untuk pengembangan jaringan sekaligus sebagai pendorong motivasi bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Tegal. ’’Kegiatan ini merupakan awal upaya kami memajukan UMKM di Kabupaten Tegal,’’ kata pimpinan PNM, yang bernaung di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. Dia mengemukakan, sebagai upaya untuk mengembangkan UMKM di Kabupaten Tegal, pihaknya juga memberikan pelatihan rutin terhadap para pelaku usaha. Tak terkecuali, pihaknya juga mendorong BDS, supaya mampu mengembangkan jaringan pelaku usaha. Dapat Dipasarkan Dengan demikian, hasil produksi UMKM dapat dipasarkan di sejumlah daerah. Diharapkan pula, hasil produksi kerajinan tangan dan makanan tradisional dapat diekspor. Arief mencontohkan UMKM di Tangerang, Banten. Di sana, ada sekelompok pelaku usaha yang memproduksi keripik singkong dan peyek yang diekspor ke negara di Asia Tenggara dan Korea. ’’Pendapatan dari hasil penjualan tersebut, mencapai Rp 1,2 miliar. Padahal sebelumnya, hanya berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Saya berharap di Kabupaten Tegal bisa meniru Tangerang. Apapun produksinya, harus dikembangkan. Saat ini, yang harus dikembangkan di Kabupaten Tegal adalah batik asal Desa Bengle, Kecamatan Talang,’’ urainya. Direktur BDS LKPWS Kabupaten Tegal, Kahar Mudakir, mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian festival UMKM dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 415 Kabupaten Tegal. Tujuan festival yakni untuk menumbuhkan semangat UMKM dalam mengembangkan jaringan pasar, dan mengenalkan berbagai produk Kabupaten Tegal kepada masyarakat. Selain itu, juga untuk memperkuat jaringan dan akses permodalan UMKM, salah satunya melalui PT PMN. Adapun, dalam jalan sehat tersebut, hadiah utama sepeda motor diraih oleh Desi Novi Etika, warga RT 10 RW2 Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah.Selengkapnya : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/ratusan-pelaku-umkm-ikuti-jalan-sehat/

Baca Selanjutnya
Balai Diklat Kejaksaan RI Apresiasi Pelayanan Prima PNM

17 May 2016

Jakarta Buana-News.com - Menyadari pentingnya kewirausahaan untuk menggerakkan roda perekonomian Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (persero) selaku Badan Usaha Milik Negara yang memiliki tugas dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di tanah air terus berupaya untuk mendorong minat berwirausaha bagi semua kalangan. Menurut Executive Vice President PT Permodalan Nasional Madani (persero) Arief Mulyadi menjadi pengusaha tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan agar dapat hidup layak melainkan bagian dari aktualisasi dan pengembangan potensi agar menjadi manusia yang kreatif dengan meningkatkan nilai manfaat dari berbagai sumber daya di sekitar lingkungannya.   “Oleh karena itu, Keberhasilan sebagai seorang pengusaha ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, baik yang menyangkut pengetahuan teknis atau hard skill dan juga sikap mental atau dengan nama lain soft skill,”jelasnya pada acara Study Banding Badan Pendidikan Dan Pelatihan Kejaksaan RI yang di ikuti oleh 27 peserta terdiri dari Kejari dan Kabak TU di Kantor PNM Jakarta, Senin (2-5-2016). Arief melanjutkan, pendampingan usaha atau capacity building merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan PNM. "Bahkan kegiatan itu menjadi keunggulan PNM dibanding dengan lembaga atau perusahaan lain yang bergerak di industri pembiayaan mikro. PNM telah banyak memberi pelatihan untuk pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM, selain menyalurkan pembiayaan,"ungkap Arief. Kepala Bidang Penyelenggara Pusdiklat Managemen dan Kepemimpinan Badan Diklat Kejaksaan RI Dr. Yudi Kristiana mengatakan, tujuan para Jaksa study banding ke PNM adalah untuk merubah cara berfikir atau menset tentang etos kerja, kreatifitas dan pelayanan prima yang di capai PNM dalam memberi pelayanan pembiayaan pada  UMKM sangat perlu di contoh. "Sebagai lembaga bisnis di bidang pembiayaaan PNM dan kejaksaan memiliki perbedaan tanggung jawab dan pekerjaan namun kebersamaan dan semangat kreatifitas dan pelayanan prima yang perlihatan PNM menjadi pembelajaran bagi Kejaksaan RI,"kata Yudi. Menurut Yudi dalam kegiatan ekonomi mikro masyarakat perlu adanya perlindungan hukum. Karena itu kata Yudi penegakan hukum harus membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Pada sharing season kali ini, PNM menghadirkan tiga nasabah sukses binaan ULaMM PNM sebagai pembicara, ketiga nasabah tersebut ialah Deden produsen boneka dan topi dari Bandung, Ahmad Zainuri nasabah PNM asal Mataram dengan  produk Es Krim, serta Hartono pengusaha Kripik asal Tangerang. (IQB)Selengkapnya : http://www.buana-news.com/2016/05/balai-diklat-kejaksaan-ri-apresiasi.html

Baca Selanjutnya
Menteri Rini : Mekaar PNM Bantu Sejahterakan Masyarakat Indonesia

19 April 2016

Sukabumi Buana-News.com - Menteri BUMN Rini Soemarno terus mendukung Program Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Menurut Rini, melalui Mekaar pemerintah dapat mengembangkan infrastruktur softnya dengan tujuan mensejahterahkan masyarakat Indonesia. "Bagaimana BUMN mendorong program ekonomi dari bawah ke atas, karena program kita secara menyeluruh sebagai agen pembangunan bisa berjalan, di perbankan dibentuk program KUR akan tetapi tidak sampai bawah, makanya melalui Mekaar inilah kita mendorong kemandirian khususnya ibu-ibu untuk meningkatkan pendapatannya dan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya,"ujar Rini disela-sela kunjungan kerjanya ke Sukabumi, Selasa (19/4). Menteri Rini melanjutkan, di perbankan tidak dapat menyentuh kalangan supermicro karena mereka tidak bankable, serta mereka juga membutuhkan pembinaan kewirausahaan. "Oleh karena itu, melalu PNM kita membina daerah-daerah miskin dengan targetan agar mereka bisa mulai usaha agar tidak tergantung dengan bansos dan bantuan lain, agar mereka bisa memikirkan bagaimana mendapat penghasilan dan lebih mandiri,"terangnya. Ia menyadari ada level ekonomi yang masih belum terjangkau oleh perbankan dan pemerintah mengharapkan dapat mendorong masyarakat agar mandiri. Yang belum bankable nantinya akan diberi pelatihan oleh PNM ini juga bertujuan untuk mendorong para pengusaha kecil untuk menjadi menengah serta pengusaha menengah menjadi besar. "Mekaar itu kan maksimal dananya 5juta, kalau diatas itu sudah mesuk ke KUR atau gak ULaMM, makanya kita minta kalau PNM ini jangan dikasih subsidi tapi diberikan ke subsidi bunganya karena terus terang kalau kerja di Mekaar kan berat mengurusi beberapa kelompok,"imbuh Rini. Sementara itu, Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja menyampaikan, program Mekaar sengaja membidik ibu-ibu dengan kondisi perekenomian yang rendah yaitu dengan penghasilan 2USD perhari, karena jika kaum ibu membantu perekenomian keluarga diharapkan akan terciptanya keluarga sejahterahtera. "Mekaar menjadi kontribusi kami sebagai BUMN untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, kita tahu, kemiskinan paling utama disebabkan tidak ada kesempatan untuk berusaha menghidupi mereka, Mekaar inilah kita gulirkan untuk menjadi 'kendaraan' mereka memberi usaha,"ujar Parman. Parman melanjutkan, ini menjadi fenomena usaha mikro dan menjadi tantangan bagi diri mereka untuk hidup lebih baik lagi, Mekaar menjadi terobosan bagi mereka untuk menjadi pengusaha agar mereka berusaha survive dan nanti apabila mereka berkembang akan dibuka visi untuk mereka yaitu tidak hanya memenuhi dirinya sendiri akan tetapi dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Ditempat yang sama Executive Vice President PT PNM (Persero) Arief Mulyadi mengaku, kesulitan yang dihadapi bukan dari sisi pesertanya akan tetapi untuk pendampingannya, karena kalau satu orang mengelolah 100 orang paling tidak harus ada 2.000 tenaga yang harus direkrut untuk memenuhi target 200.000 nasabah Mekaar tahun ini. "Kita merekrut mereka tidak bisa asal asalan, karena harus ada kesamaan kultur dan gaya hidup antara pendamping dengan kelompok ibu-ibunya agar efektifitas dalam tersebut dapat berjalan dengan baik makanya kita sangat memperhatikan hal tersebut,"ujar Arief. Arief menjelaskan, kedepan apabila mereka sudah berkembang PNM akan merubah mainset mereka agar berfikir lebih maju lagi. "Jadi perkataan sudah cukup itu harus kita buka paradigmanya agar mereka mau meningkatkan usahanya lebih besar lagi,"terangnya. Pada kunjungannya ke Sukabumi, Menteri Rini juga menyaksikan penandatanganan kerja sama pemberian modal kerja sebesar Rp500 miliar dari Bank BRI kepada PNM untuk pembiayaan program Mekaar serta meninjau Kelompok Usaha Mekaar di Desa Langansari, Kecamatan Sukaraja, dan dilanjutkan meninjau nasabah UKM Bank BNI di kawasan Selabinta. (IQB)Baca selengkapnya : http://www.buana-news.com/2016/04/menteri-rini-dengan-mekaar-pnm-kita.html

Baca Selanjutnya
PNM Pertemukan Ratusan Binaan di Bondowoso

17 April 2016

Bondowoso (Antara Jatim) - PT Permodalan Nasional Madani Persero mempertemukan ratusan perwakilan binaan atau nasabah di sebuah rumah batik di Bondowoso, Jawa Timur, dalam rangka pengembangan kapasitas usaha bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah."Perwakilan binaan PNM yang diundang dalam acara pengembangan kapasitas usaha UMKM ini sekitar 200 orang. Dan mereka berasal tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bondowoso, Jember dan Lumajang," ujar Pimpinan Cabang PT PNM Jember Bambang Triyono di Bondowoso, Minggu.Ia mengemukakan mempertemukan ratusan perwakilan pelaku UMKM dari tiga Kabupaten di Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso, itu selain memberikan pendampingan dalam pengembangan usaha, juga bertujuan agar seluruh binaan PNM bisa berbagi pengalaman sesama UMKM.Menurutnya, pelaku UMKM di Kabupaten Bondowoso, Jember dan Lumajang yang menjadi mitra dan binaan PT Permodalan Nasional Madani itu hingga saat ini jumlahnya sudah mencapai 1.982 pelaku usaha mikro kecil menengah."Acara ini merupakan salah satu pendampingan yang dilakukan PNM terhadap binaan kami, dan dalam dalam acara ini para pelaku UMKM bisa saling berbagi pengalamannya dan juga mencari solusi berbagai permasalahan yang dihadapi masing-masing UMKM," tuturnya.Sejak 2012 hingga 2016 PT PNM Persero, kata Bambang, telah mengucurkan dana untuk permodalan pengembangan usaha sebanyak Rp300 miliar kepada pelaku UMKM di tiga Kabupaten tersebut. Sementara untuk pendampingan, PT PNM bersedia memberikan pendampingan saat dibutuhkan oleh kelompok UMKM yang sudah menjadi binaannya.Acara yang berlangsung di rumah industri batik itu dihadiri oleh Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Bupati Jember Faida, dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana serta  jajaran PT. Permodalan Nasional Madani.Sebelum memasuki ruang acara Pengembangan Kapasitas Usaha, Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Bupati Jember Faida dan Wakil Ketua Komisi VI Azam Asman Natawijana disuguhi penampilan dari para model dari usaha batik itu. (*)Editor: Masuki M. Astrobaca selengkapnya : http://www.antarajatim.com/lihat/berita/176146/pnm-pertemukan-ratusan-binaan-di-bondowoso

Baca Selanjutnya
PNM Terus Dorong Masyarakat Menjadi Pengusaha

09 April 2016

PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, gencar mempromosikan keunggulan produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan UMKM binaan hingga pelosok desa. Antara lain dengan melaksanakan temu usaha atau silaturahmi antara nasabah PNM, salah satunya dengan mengelar warkshop Series dan kali ini Ikatan alumni SMA Pengudi Luhur (IkaPL) Jakarta yang menjadi sasaran PNM. Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja menjelaskan, menjadi pengusaha tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan agar bisa hidup layak, tetapi juga bagian dari upaya aktualisasi dan pengembangan potensi diri sebagai manusia yang kreatif dengan meningkatkan nilai manfaat dari berbagai sumber daya yang ada di lingkunganya.  "Karena itu, keberhasilan sebagai pengusaha akan sangat ditentukan oleh pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, baik yang menyangkut pengetahuan teknis (hard skill) maupun sikap mental (soft skill)," jelas Parman usai kegiatan warkshop Series di SMA Pengudi Luhur Jakarta Sabtu, (9/4). PNM percaya ULaMM memiliki keunggulan karena unit ini tidak hanya memberi pinjaman modal tapi juga bantuan pendampingan untuk pengembangan kapasitas usaha yang juga sangat dibutuhkan oleh UMK. Dalam pendampingan usaha, PNM memberikan jasa pembinaan secara total sehingga mampu menciptakan para nasabah binaan yang juga merupakan mitra agar menjadi pengusaha yang sesungguhnya. ”Melalui pinjaman modal usaha produktif ULaMM dalam lima tahun terakhir pencapaian penyaluran pinjaman terus meningkat. Di targetkan tahun 2016 ini mencapai Rp.1,5 triliun. Dengan sasaran ULaMM mencakup antara lain klaster makanan tradisional, perajin tas, sepatu, topi dan aksesori, perajin logam, batik hingga klaster peternak unggas,”terang Parman. Dhani Iswandi pimpinan cabang PNM Jakarta usai papara mengatakan kegiatan yang di gelar bersama IkaPL dalam rangka kerjasama PNM dengan IkaPL untuk menggali potensi wirausaha anggota IkaPL dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Indonesia. “Dan ini adalah yang kedua kaliyang di selneggarakan PNM dengan IkaPL kedepan kami akan coba mengajak anggota IkaPL untuk mengunjungi para nasabah PNM yang telah berhasil dalam uahannya,” ungkap Dhani.   Sementara itu Deden produsen topi dari Bandung dan Muhiban produsen abon lele dari Cirebon selaku nasabah PNM, mengatakan pinjaman melalui UlaMM diakuinya sangat bermanfaat untuk memperkuat modal kerja misalnya pembelian bahan baku dan peralatan produksi. “Seperti halnya pengusaha lain, saya juga harus menata semua aspek dari usaha ini mulai dari tenaga kerja, standar produksi, mesin produksi, pemasaran sampai keuangan. Semuanya harus berjalan dengan baik. Sekarang omset saya mencapai Rp.700 juta perbulan,”kata DedenSelengkapnya : http://www.buana-news.com/2016/04/pnm-terus-dorong-masyarakat-menjadi.html

Baca Selanjutnya
PNM Gandeng Komunitas Pengguna Kereta Api Gelar Bakti Sosial

04 April 2016

JAKARTA Buana-News.com - Komunitas pengguna Kereta Api Cummuter Line bekerjasama dengan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, menggelar bahkti sosial di panti asuhan Chairunisa Manggarai Jakarta Selatan .Kegiatan yang mengambil tema “Lets Share Tigether” ini diprakarsai oleh Komunitas pengguna Kereta Api Cummuter Line jalur Bekasi, Jalur Depok Bogor, Jalur Duri Tanggerang dan Jalur serpong.Tari selaku pengguna Commuterline jalur Bekasi menekankan arti penting membangun kepedulian sosial untuk mengatasi dan membantu meringankan masalah atau beban orang lain, apalagi panti asuhan Chairunisa lokasinya tidak jauh dari perlintasan Kereta Api Cummuter Line.”Kegiatan baksos ini berupa pemberian alat-alat tulis dan sembako diharapkan memantik kekompakan dan solidaritas serta ajang silahturrahmi antar komunitas pengguna Kereta Api Cummuter Line,”terang Tari Sabtu (2/4) di Jakarta.Di sisi lain, kata Tari komunitas ini juga memiliki kesamaan, yakni sama sama menggunakan jasa angkutan kerata api baik sebagai angkutan untuk bekerja, kuliah sehingg dapat  berbagi pengalaman.“Sebelumnya, komunitas  ini sudah melakukan kegiatan serupa namun sebatas komunitas jalur tidak gabungan seperti baksos di panti asuhan Chairunisa ini,”ungkapnya.Maya Ismayani Bendahara Baitul Maal Madani (BMM) PT PNM (Persero) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komunitas pengguna Kereta Api Cummuter Line yang telah menggandeng PNM Persero.“PNM (Persero) mensuport kegiatan baksos ini dengan komunitas pengguna Kereta Api Cummuter Line sebagai oeneyelenggara, karena tim kita terbatas untuk turun langsung kelapangan makanya kita mengandeng mereka, berupa membackup sisa kekurangan yang diminta oleh komunitas pecinta kereta ini,"jelas Ismayani.Baitul Maal Madani (BMM) PT PNM (Persero) atau BMM-PNM adalah wadah implementasi dari jiwa kepedulian dan nilai spiritual karyawan dan keluarga besar PNM. Sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi di bawah koordinasi BAZNAS, merupakan UPZ yang didirikan bersamaan dengan diresmikannya BAZNAS sebagai pelaksana UU zakat oleh Presiden RI.Sebagai UPZ BAZNAS awal, telah banyak dilakukan oleh BMM PT PNM (Persero) terkait dengan kegiatan kemanusaiaan, khususnya yang diarahkan untuk  mendukung kegiatan ekonomi produktif sebagaimana core actifities PT PNM (Persero).“Kita mengharapkan, kegiatan ini bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan, dan juga ini salah satu upaya kita agar program-program kita seperti pembiayaan micro dan Mekaar lebih dikenal masyarakat,”pungkas Ismayani. (IQB)sumber

Baca Selanjutnya

Mitra Website

PNM Group