Contoh Pembukuan Usaha Kecil yang Lengkap dan Mudah Dibuat

Pembukuan usaha adalah catatan tentang seluruh transaksi keuangan dalam usahamu. Catatan ini meliputi uang yang masuk, uang yang keluar, barang yang kamu beli, serta utang dan piutang yang belum kamu selesaikan.
Bagi kamu pengusaha UMKM, pembukuan usaha tidak hanya membantu kamu mengetahui apakah usahamu sedang untung atau justru merugi, tetapi juga memantau sisa stok dan kondisi kas secara berkala, serta mengambil keputusan usaha berdasarkan data yang ada.
Nah, artikel ini akan membahas beberapa jenis dan contoh pembukuan usaha kecil selama satu bulan penuh yang bisa kamu tiru. Yuk, simak sampai selesai!
Pembukuan Usaha Kecil Terdiri dari Apa Saja?
Sebelum masuk ke contoh, berikut beberapa jenis pembukuan usaha yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi usaha, apakah ingin menggunakan satu buku atau memisahkannya ke beberapa buku.
Namun, sebaiknya setiap jenis catatan dipisahkan agar lebih rapi, mudah diperiksa, dan kamu tidak kebingungan saat membuat laporan keuangan di akhir bulan.
- Buku kas digunakan untuk mencatat uang yang benar-benar masuk dan keluar dari usaha. Jadi, kalau pelanggan belum membayar atau kamu belum membayar utang kepada pemasok, transaksi tersebut belum dicatat sebagai uang masuk atau keluar di buku kas.
- Buku penjualan digunakan untuk mencatat semua barang atau jasa yang terjual, baik yang langsung dibayar maupun yang dibayar belakangan.
- Buku pembelian dan biaya digunakan untuk mencatat barang yang dibeli dan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha, seperti membeli stok, kemasan, membayar listrik, atau membayar biaya transportasi.
- Buku utang dan piutang digunakan untuk mencatat tagihan yang belum dibayar atau belum diterima. Utang adalah uang yang masih harus kamu bayarkan kepada pemasok, sedangkan piutang adalah uang yang masih harus dibayarkan pelanggan kepada kamu.
Keempat catatan ini saling berhubungan, tetapi tidak semua transaksi langsung masuk ke buku kas.
Contohnya, kamu menjual barang seharga Rp100.000 secara bon. Transaksi tersebut dicatat di buku penjualan dan buku piutang, tetapi belum dicatat sebagai uang masuk di buku kas karena pelanggan belum membayar.
Sebaliknya, jika pelanggan kemudian membayar Rp100.000, pembayaran tersebut dicatat sebagai uang masuk di buku kas dan piutangnya juga dicatat sebagai lunas.
Hal yang sama berlaku untuk pembelian secara utang. Misalnya, kamu membeli stok Rp300.000 dari pemasok tetapi belum membayarnya. Pembelian dicatat di buku pembelian dan buku utang, tetapi belum menjadi uang keluar di buku kas.
Saat utang tersebut dibayar, barulah dicatat sebagai uang keluar di buku kas dan utangnya berkurang atau lunas.
Baca juga: 17 Ide Usaha di Kampung Beserta Tips Memulai Usahanya
Contoh Pembukuan Usaha Kecil
Untuk contoh pembukuan usaha kecil berikut ini, kita menggunakan warung sembako milik Bu Eni yang berjualan dari rumah dan melayani warga sekitar.
Pada 1 Agustus 2026, Bu Eni memiliki uang kas usaha sebesar Rp1.200.000. Selama bulan Agustus, Bu Eni mencatat penjualan, pembelian stok, biaya usaha, serta beberapa transaksi utang dan piutang.
1. Contoh Buku Kas
Berikut contoh buku kas Bu Eni selama Agustus. Catatan ini menunjukkan pergerakan uang yang masuk dan keluar selama Bu Eni menjalankan warungnya sehingga ia bisa mengetahui saldo kas yang tersedia setiap harinya.
Tanggal | Keterangan | Uang Masuk | Uang Keluar | Saldo Kas |
01/08 | Saldo awal | - | - | Rp1.200.000 |
01/08 | Penjualan tunai | Rp160.000 | - | Rp1.360.000 |
02/08 | Penjualan tunai | Rp70.000 | - | Rp1.430.000 |
03/08 | Penjualan tunai | Rp60.000 | - | Rp1.490.000 |
04/08 | Penjualan tunai | Rp170.000 | - | Rp1.660.000 |
05/08 | Penjualan tunai | Rp100.000 | - | Rp1.760.000 |
05/08 | Belanja stok | - | Rp270.000 | Rp1.490.000 |
06/08 | Penjualan tunai | Rp90.000 | - | Rp1.580.000 |
07/08 | Penjualan tunai | Rp80.000 | - | Rp1.660.000 |
07/08 | Bayar listrik | - | Rp50.000 | Rp1.610.000 |
08/08 | Penjualan tunai | Rp170.000 | - | Rp1.780.000 |
09/08 | Penjualan tunai | Rp70.000 | - | Rp1.850.000 |
10/08 | Penjualan tunai | Rp160.000 | - | Rp2.010.000 |
10/08 | Belanja stok | - | Rp370.000 | Rp1.640.000 |
11/08 | Penjualan tunai | Rp70.000 | - | Rp1.710.000 |
12/08 | Penjualan tunai | Rp150.000 | - | Rp1.860.000 |
13/08 | Penjualan tunai | Rp120.000 | - | Rp1.980.000 |
14/08 | Penjualan tunai | Rp60.000 | - | Rp2.040.000 |
14/08 | Beli plastik dan kantong | - | Rp15.000 | Rp2.025.000 |
15/08 | Penjualan tunai | Rp60.000 | - | Rp2.085.000 |
15/08 | Belanja stok | - | Rp220.000 | Rp1.865.000 |
16/08 | Penjualan tunai | Rp90.000 | - | Rp1.955.000 |
17/08 | Penjualan tunai | Rp90.000 | - | Rp2.045.000 |
18/08 | Penjualan tunai | Rp140.000 | - | Rp2.185.000 |
19/08 | Penjualan tunai | Rp150.000 | - | Rp2.335.000 |
20/08 | Penjualan tunai | Rp60.000 | - | Rp2.395.000 |
20/08 | Belanja stok | - | Rp370.000 | Rp2.025.000 |
21/08 | Penjualan tunai | Rp90.000 | - | Rp2.115.000 |
21/08 | Bayar iuran kebersihan | - | Rp20.000 | Rp2.095.000 |
22/08 | Penjualan tunai | Rp170.000 | - | Rp2.265.000 |
23/08 | Penjualan tunai | Rp160.000 | - | Rp2.425.000 |
24/08 | Penjualan tunai | Rp170.000 | - | Rp2.595.000 |
25/08 | Penjualan tunai | Rp140.000 | - | Rp2.735.000 |
25/08 | Belanja stok | - | Rp330.000 | Rp2.405.000 |
25/08 | Menerima pembayaran piutang dari Bu Nur | Rp15.000 | - | Rp2.420.000 |
26/08 | Penjualan tunai | Rp90.000 | - | Rp2.510.000 |
27/08 | Penjualan tunai | Rp130.000 | - | Rp2.640.000 |
28/08 | Penjualan tunai | Rp150.000 | - | Rp2.790.000 |
28/08 | Servis gerobak | - | Rp30.000 | Rp2.760.000 |
29/08 | Penjualan tunai | Rp100.000 | - | Rp2.860.000 |
29/08 | Membayar utang kepada Agen Sembako Barokah | - | Rp150.000 | Rp2.710.000 |
30/08 | Penjualan tunai | Rp180.000 | - | Rp2.890.000 |
30/08 | Belanja stok | - | Rp200.000 | Rp2.690.000 |
31/08 | Penjualan tunai | Rp180.000 | - | Rp2.870.000 |
Pada akhir Agustus, kas usaha Bu Eni sebesar Rp2.870.000. Angka tersebut menunjukkan jumlah uang yang benar-benar tersedia di kas usaha, bukan jumlah keuntungan.
2. Contoh Buku Penjualan
Berikut contoh buku penjualan Bu Eni selama Agustus. Catatan ini mencakup semua penjualan, baik yang langsung dibayar oleh pelanggan maupun yang masih menjadi piutang.
Tanggal | Penjualan Tunai | Penjualan Bon | Total Penjualan |
01/08 | Rp160.000 | - | Rp160.000 |
02/08 | Rp70.000 | - | Rp70.000 |
03/08 | Rp60.000 | - | Rp60.000 |
04/08 | Rp170.000 | - | Rp170.000 |
05/08 | Rp100.000 | - | Rp100.000 |
06/08 | Rp90.000 | - | Rp90.000 |
07/08 | Rp80.000 | - | Rp80.000 |
08/08 | Rp170.000 | - | Rp170.000 |
09/08 | Rp70.000 | - | Rp70.000 |
10/08 | Rp160.000 | - | Rp160.000 |
11/08 | Rp70.000 | - | Rp70.000 |
12/08 | Rp150.000 | Rp30.000 | Rp180.000 |
13/08 | Rp120.000 | - | Rp120.000 |
14/08 | Rp60.000 | - | Rp60.000 |
15/08 | Rp60.000 | - | Rp60.000 |
16/08 | Rp90.000 | - | Rp90.000 |
17/08 | Rp90.000 | - | Rp90.000 |
18/08 | Rp140.000 | - | Rp140.000 |
19/08 | Rp150.000 | - | Rp150.000 |
20/08 | Rp60.000 | - | Rp60.000 |
21/08 | Rp90.000 | - | Rp90.000 |
22/08 | Rp170.000 | - | Rp170.000 |
23/08 | Rp160.000 | - | Rp160.000 |
24/08 | Rp170.000 | - | Rp170.000 |
25/08 | Rp140.000 | - | Rp140.000 |
26/08 | Rp90.000 | - | Rp90.000 |
27/08 | Rp130.000 | - | Rp130.000 |
28/08 | Rp150.000 | - | Rp150.000 |
29/08 | Rp100.000 | - | Rp100.000 |
30/08 | Rp180.000 | - | Rp180.000 |
31/08 | Rp180.000 | - | Rp180.000 |
Total | Rp3.680.000 | Rp30.000 | Rp3.710.000 |
Dari tabel di atas, total penjualan Bu Eni selama Agustus adalah Rp3.710.000. Namun, uang yang langsung diterima dari penjualan hanya Rp3.680.000 karena ada Rp30.000 yang masih menjadi piutang dari pelanggannya.
Pembayaran Rp15.000 dari pelanggan tersebut pada 25 Agustus tidak dicatat sebagai penjualan baru. Pembayaran tersebut hanya mengurangi piutang yang sebelumnya sudah tercatat.
Baca juga: 8 Tips dan Cara Agar Usaha Berkah Beserta Ide Usahanya
3. Contoh Buku Pembelian dan Biaya
Berikut contoh buku pembelian dan biaya yang dibuat Bu Eni untuk mencatat transaksi warungnya selama Agustus.
Tanggal | Keterangan | Jenis | Jumlah |
05/08 | Belanja stok dagangan | Pembelian stok | Rp270.000 |
07/08 | Bayar listrik | Biaya usaha | Rp50.000 |
10/08 | Belanja stok dagangan | Pembelian stok | Rp370.000 |
14/08 | Beli plastik dan kantong | Biaya usaha | Rp15.000 |
15/08 | Belanja stok dagangan | Pembelian stok | Rp220.000 |
16/08 | Membeli stok dari Agen Sembako Barokah secara utang | Pembelian stok | Rp150.000 |
20/08 | Belanja stok dagangan | Pembelian stok | Rp370.000 |
21/08 | Bayar iuran kebersihan | Biaya usaha | Rp20.000 |
25/08 | Belanja stok dagangan | Pembelian stok | Rp330.000 |
28/08 | Servis gerobak | Biaya usaha | Rp30.000 |
30/08 | Belanja stok dagangan | Pembelian stok | Rp200.000 |
Total pembelian stok | Rp1.910.000 | ||
Total biaya usaha | Rp115.000 |
Total pembelian stok selama Agustus adalah Rp1.910.000. Dari jumlah tersebut, Rp1.760.000 dibayar langsung dan Rp150.000 dibeli secara utang.
Sementara itu, biaya usaha yang tercatat sebesar Rp115.000 terdiri dari listrik, plastik dan kantong, iuran kebersihan, serta servis gerobak.
4. Contoh Buku Utang dan Piutang
Pada bulan Agustus, Bu Eni memiliki beberapa transaksi utang dan piutang dengan pemasok serta pelanggan. Berikut rinciannya:
Tanggal | Nama | Keterangan | Jumlah | Sisa |
12/08 | Bu Nur | Membeli barang secara bon | Rp30.000 | Rp30.000 |
16/08 | Agen Sembako Barokah | Membeli stok secara utang | Rp150.000 | Rp150.000 |
25/08 | Bu Nur | Membayar sebagian utang | Rp15.000 | Rp15.000 |
29/08 | Agen Sembako Barokah | Utang dibayar lunas | Rp150.000 | Rp0 |
Dari catatan tersebut, pada akhir Agustus Bu Eni masih memiliki piutang Rp15.000 dari Bu Nur. Sementara itu, utang kepada Agen Sembako Barokah sudah lunas karena telah dibayar pada 29 Agustus.
Baca juga: 15 Rekomendasi Ide Bisnis UMKM dan Tips Memulainya
Tips Membuat Pembukuan Usaha Kecil
Supaya pembukuan tetap rapi, kamu bisa menerapkan beberapa kebiasaan sederhana berikut ini:
- Pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Gunakan dompet, kotak uang, atau rekening yang berbeda agar uang usaha tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi.
- Catat transaksi setiap hari. Jangan menunda pencatatan sampai akhir bulan karena semakin banyak transaksi yang menumpuk, semakin besar kemungkinan ada yang terlupa atau salah dicatat.
- Catat setiap pengeluaran, termasuk yang kecil. Biaya parkir, kantong plastik, ongkos kirim, atau pengeluaran kecil lainnya tetap perlu dicatat. Jika dilakukan berulang kali, jumlahnya bisa cukup besar dan memengaruhi keuangan usahamu.
- Simpan bukti transaksi. Simpan nota, struk, atau bukti pembayaran sebagai bahan untuk mengecek kembali catatan jika terjadi kesalahan atau ada transaksi yang terlupa.
- Periksa catatan secara rutin. Luangkan waktu di akhir minggu atau akhir bulan untuk mencocokkan catatan dengan uang tunai, saldo rekening, dan bukti transaksi. Cara ini membantu kamu menemukan kesalahan atau transaksi yang belum tercatat.
- Bandingkan catatan setiap bulan. Bandingkan penjualan, pengeluaran, dan keuntungan dengan bulan sebelumnya. Dari sini, kamu bisa mengetahui apakah penjualan meningkat, biaya usaha bertambah, atau keuntungan justru menurun.
Nah, itulah beberapa contoh pembukuan usaha kecil yang bisa langsung kamu terapkan, mulai dari buku kas utama, buku penjualan, buku pembelian dan biaya, sampai buku utang piutang. Kamu bisa mulai mencatatnya dari sekarang, meski masih dalam bentuk sederhana.
Setelah pembukuanmu mulai rapi, saatnya melengkapi usahamu dengan bekal lain agar bisa terus berkembang, seperti mengurus legalitas usaha, memasarkan produk secara digital, atau belajar bareng pengusaha lain di bidang yang sama.
Semua bekal itu bisa kamu dapatkan lewat program PKU dari PNM. PNM atau PT Permodalan Nasional Madani (Persero) adalah lembaga keuangan nonbank milik negara yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah Danantara.
PNM berfokus memberikan pembiayaan sekaligus pendampingan untuk pengusaha ultra mikro dan mikro, terutama kamu yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan.
Melalui campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM tidak hanya memberi akses pembiayaan, tetapi juga membekali nasabahnya dengan pelatihan literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital lewatProgram Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Jadi, setelah belajar mencatat pembukuan sederhana di artikel ini, kamu juga bisa mendapat pendampingan seputar legalitas usaha sampai cara memanfaatkan media sosial untuk berjualan.
Kamu bisa bergabung sebagai nasabahPNM MekaaratauPNM ULaMM untuk mendapatkan pembiayaan sesuai kebutuhan usaha, sekaligus mengikuti pelatihannya.
Dengan begitu, kamu tidak hanya mendapat tambahan modal usaha, tapi juga bekal ilmu yang lebih matang dalam mengelola usaha dan keuangan.
Perlu diingat, PNM tidak menyediakan pinjaman online, baik lewat aplikasi maupun website. Semua pengajuan pembiayaan dilakukan langsung dan tatap muka di kantor unit PNM terdekat, tanpa perantara online dalam bentuk apa pun.
Kalau kamu tertarik, silakan datang kekantor cabang PNM di kotamu, cekwebsite resmi PNM untuk info lebih lengkap, atau hubungi call center PNM di 1500-654.

Pemberdayaan | 29 Oct 2026
Berapa Dana Darurat yang Ideal untuk Usaha: UMKM Wajib Tahu!





