Publikasi
Presiden Tinjau Program Mekaar di Subang
02/12/2019

Presiden Joko Widodo tinjau program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat, (29/11). Program ini merupakan program yang diadakan oleh BUMN PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Presiden Jokowi mengingatkan para nasabah untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka. Karena menurutnya, jika kepercayaan telah rusak, para nasabah ini akan kesulitan untuk meminjam uang di kemudian hari.

''Oleh sebab itu, dijaga kepercayaan itu. Kalau dapat pinjaman 4 juta, gunakan seluruhnya untuk modal kerja. Gunakan semuanya untuk modal usaha. Jangan sampai, Waduh ini ada baju bagus, hanya 200 ribu, beli, nah ini mulai,''kata Presiden.

Presiden juga mengimbau para nasabah yang sebagian besar ibu-ibu ini untuk membiasakan diri menabung jika masih ada uang sisa setelah membayar cicilan.

''Kalau anak-anak mulai sekolah, bisa sedikit dipakai untuk sekolah anak,'' ungkapnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga mengingatkan para nasabah untuk disiplin dalam mengangsur cicilannya. Untuk itu, ia berharap para nasabah bisa menyisihkan uang setiap harinya agar saat tiba waktu membayar cicilan, uangnya sudah siap.

Kepada para nasabah, Presiden mewanti-wanti agar tidak menggunakan uang pinjaman dari Mekar untuk membeli hal-hal lain di luar usaha.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa para nasabah ini nantinya bisa 'naik kelas' dan mendapatkan pinjaman lebih besar melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

''Kalau sudah belajar mengelola uang Rp2 juta, 4 juta, 5 juta, 8 juta, langsung naik dapat Rp20 juta. Tapi memang harus kalau terbiasa disiplin, berapa pun juga sama saja sebetulnya. Sekali lagi asal kita disiplin tepat waktu dalam mengangsur,'' pungkasnya. 

 

(Sumber: Media Indonesia, https://mediaindonesia.com/read/detail/274719-presiden-tinjau-program-mekaar-di-subang)

 

Berita Terpopuler

Tahun ini PNM Alokasikan Pendanaan Rp...
16/05/2019
Selengkapnya
Serentak di 4 Kota, MMI Gelar Dialog ...
12/07/2019
Selengkapnya
Arief Mulyadi: Penerbitan POJK PNM me...
13/07/2019
Selengkapnya