Good Corporate Governance (GCG)

Good Corporate Government (GCG) atau Tata Kelola Perusahaan yang Baik merupakan salah satu pilar utama yang menopang operasional sebuah perusahaan sekaligus merupakan indikator utama dari akuntabilitas. PNM memiliki komitmen yang tegas dalam implementasi GCG.

PNM menyadari sepenuhnya bahwa implementasi GCG akan membantu pencapaian misi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingannya. Bagi PNM, implementasi GCG bukan hanya sebagai formalitas semata. Komitmen PNM dalam melaksanakan GCG dituangkan dalam Sistem Manajemen PNM (SM PNM) untuk memastikan konsistensi pelaksanaan GCG di lingkunganperseroan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh jajaran dan perangkat tata laksana manajemen perseroan.

SM PNM memberikan arahan yang terukur dan accountable terhadap segala aspek implementasi GCG dan konsep serta implementasi Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) ISO 9001:2008, Balance Score Card (BSC) serta perangkat organisasi lainnya. SM PNM juga dilandaskan kepada nilai dan budaya perusahaan. Implementasi BSC di PNM fokus kepada beberapa aspek organisasi perusahaan seperti keuangan, proses bisnis, optimasi SDM serta pemangku kepentingan.

Untuk menjaga konsistensi implementasi GCG, perusahaan secara berkala dan terprogram terus melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek operasionalnya, termasuk di dalamnya adalah kajian-kajian terhadap organisasi pendukung usahanya. Kajian dan evaluasi ini akan diikuti oleh perbaikan-perbaikan operasional dan bisnis perusahaan agar mampu memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta harapan pelanggan akan layanan berkualitas melalui output produk berkualitas dan berdaya saing tinggi sehingga dapat diterima dengan baik oleh pasar.

Implementasi GCG perseroan juga mencakup pengelolaan dan pengendalian resiko untuk menjamin kemampuan perusahaan. Kajian lain yang secara berkala dilakukan oleh perusahaan adalah evaluasi kelengkapan struktur organisasi, termasuk aspek cost and benefit.

Manajemen PNM berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik yang berlandaskan atas prinsip keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, keadilan dan pertanggungjawaban dalam setiap kegiatan. Praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik sangat penting untuk memastikan tercapainya pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di samping itu, Tata Kelola Perusahaan yang Baik juga dapat membangun citra perusahaan serta menjaga etika bisnis dan kepatuhan terhadap ketentuan yang ada sehingga memberikan manfaat bagi seluruh stakeholder.

Dalam rangka mendukung efektivitas dan independensi pelaksanaan tugas SPI, Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) telah mengesahkan Internal Audit Charter. Tujuan kewenangan dan tanggung jawab serta fungsi SPI telah didefinisikan secara formal dalam bentuk Internal Audit Charter.

Dalam menjalankan usaha yang umumnya melibatkan banyak pihak, sangat penting untuk menjalin kerjasama dan hubungan yang berkesinambungan dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Salah satu hal yang sering terjadi dalam hubungan bisnis dalam perusahaan adalah permintaan atau pemberian gratifikasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Gratifikasi menjadi perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi mengingat sifatnya yang mengarah pada tindak pidana suap.
Untuk itu PT Permodalan Nasional Madani (Persero) telah membuat suatu pedoman yang mengatur mengenai gratifikasi sebagai suatu bentuk upaya preventif dan proteksi bagi seluruh Insan PNM.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) telah menyediakan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system/WBS) bagi karyawan untuk melaporkan kesalahan atau pelanggaran terhadap kode etik, peraturan, dan kebijakan PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dengan perlindungan penuh sesuai kebijakan bagi pelapor. Sepanjang tahun 2018, Dewan Komisaris secara aktif terlibat dan mengawasi efektivitas pelaksanaan WBS di Perseroan. Semua laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh Komite Penanganan Pelanggaran dengan keterlibatan Dewan Komisaris melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan secara berkala. Jika terbukti melanggar, Perseroan telah bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk kejaksaan dan kepolisian, untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Dengan demikian, kami menilai penerapan pelaporan pelanggaran di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sudah berjalan secara efektif.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) telah memperbarui pedoman Tata Kelola, board manual, pedoman etika dan perilaku usaha, pedoman pelaporan pelanggaran, dan menyempurnakan organ GCG untuk implementasi GCG yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya.
Selain itu, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) juga secara berkala melakukan penilaian dan audit yang komprehensif sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.

Tata kelola perusahaan adalah suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. Fokus utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang menuntut perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau lingkungan.

Sistem pengendalian internal PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengacu pada pengelolaan risiko, kebijakan dan prosedur, serta regulasi/peraturan perundangan yang berlaku yang digunakan dalam seluruh kegiatan operasi Perseroan dalam rangka menyediakan informasi keuangan yang handal, pengamanan aset Perseroan dari risiko kerugian dan kecurangan, serta kegiatan operasional yang efektif dan efisien.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna barang dan jasa serta dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip umum.
Pedoman ini diberlakukan untuk mengatur pelaksanaan Pengadaan Barang dan/atau Jasa yang seluruhnya dibiayai oleh Perusahaan agar pelaksanaan Pengadaan Barang dan/atau Jasa dilakukan secara efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar serta akuntabel.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menyadari arti penting implementasi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan. Pengelolaan PNM selain harus mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku juga harus menjunjung tinggi norma-norma perilaku dan nilai etika berbisnis untuk meningkatkan reputasi dan citra Perusahaan. Pedoman Perilaku (Code of Conduct) adalah sekumpulan etika berperilaku Insan PNM yang disusun untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur dan melakukan kesesuaian perilaku, sehingga tercapai output yang konsisten dan sesuai dengan nilai budaya perusahaan dalam mencapai visi dan misinya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu komitmen yang tinggi dari Insan PNM yang dituangkan dalam buku Pedoman Perilaku (Code of Conduct). Dalam rangka menyesuaikan dengan dinamika bisnis PNM, maka dilakukan pembaharuan Pedoman Perilaku (Code of Conduct), dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku, Visi, Misi, Tujuan dan Nilai-nilai PNM. Perusahaan senantiasa terus mendorong kepatuhan insan PNM terhadap pedoman perilaku ini dengan mewajibkan seluruh pemimpin untuk memastikan bahwa Pedoman Perilaku (Code of Conduct) dipatuhi dan dijalankan dengan baik oleh setiap insan PNM dalam unit kerja di bawah kepemimpinannya.