Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)

Sesuai dengan maksud dan tujuan dari pendirian PT Permodalan Nasional Madani (Persero), yaitu sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat tugas membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baik melalui pembiayaan maupun pembinaan atau jasa manajemen.
Aktivitas pembiayaan telah dilakukan melalui berbagai unit kegiatan baik berupa penyaluran Kredit Program, pembiayaan melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM), serta pembiayaan langsung melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Khusus mengenai ULaMM yang baru dikembangkan PNM sejak tahun 2008, kini telah berkembang menjadi 378 unit yang melayani lebih dari 1.200 Kecamatan. Total pembiayaan hingga per 31 Maret 2011 mencapai Rp 2,67 trilum, untuk 43.053 nasabah UMKM.
Sedangkan untuk aktivitas pembinaan atau jasa manajemen, dilakukan melalui Divisi Jasa Manejemen dan Kemitraan (JMK) dan Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Dalam membantu peningkatan kapasitas (capacity building) para pelaku UMKK, telah dilakukan secara intensif melalui program PKU dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan konsultasi.
Kegiatan PKU sudah dimulai sejak tahun 2010, dimana pada saat itu masih bersifat proyek. Pada saat itu telah dilakukan 15 kali pelatihan terhadap nasabah UlaMM dan pembinaan pada satu kluster UMK. Baru pada tahun 2011, aktifitas tersebut ditangani melalui unit kegiatan tersendiri berupa Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (KPU). Karena itu, kegiatan pada tahun 2011 lebih ditingkatkan dimana pelatihan dilakukan sebanyak 17 kali di 17 kantor Cabang PNM, serta pembinaan terhadap tiga kluster UMK.
Berbagai kegiatan itu merupakan keunikan tersendiri bagi PNM dibandingkan dengan lembaga keuangan lain, dimana PNM tidak hanya memberikan pembiayaan tetapi juga melakukan berbagai pembinaan. Kini PNM telah mempunyai serangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanaka melalui kantor cabang PNM di seluruh Indonesia.
Ada dua jenis kegiatan utama yang dilakukan PKU dalam rangka pengembangan UMKM itu, yaitu pelatihan nasabah ULaMM dan pembinaan kluster.
Pelatihan nasabah ULaMM
Pelatihan ini khusus ditujukan kepada nasabah ULaMM yang dilakukan melalui kantor cabang PNM di seluruh Indonesia. Pelaksanaan pelatihann ini disesuaikan dengan kebutuhan para calon peserta di daerahnya masing-masing, termasuk tema, materi dan pola pelaksanaannya. Ada pelatihan yang bersifat kelas, ada pula yang berupa workshop atau dialog interaktif. Materi yang disampaikan juga beragam, ada yang menyajikan materi terkait ketrampilan teknis seperti administrasi keuangan, manajamen usaha, atau menyangkut masalah teknis produksi dan pemasaran. Ada juga materi yang lebih bersifat soft skill berupa motivasi berusaha atau semangat kewirausahan. Para instruktur yang dihadirkan juag disesuaikan dengan materi dan tema pelatihan tersebut, mulai dari praktisi bisnis, akademisi, pejabat pemerintah, dan para motivator terkemuka.
Beberapa pelatihan yang telah dilakukan dalam tahun 2011 yaitu pelatihan nasabah ULaMM di PNM Cabang Medan, Bandung, Banjarmasin, Jakarta, Pekanbaru, dan Denpasar. Dalam setiap pelatihan rata-rata bisa melibatkan 50 nasabah, bahkan pelatihan di Banjarmasin mampu mencapai 300 peserta. Dalam waktu dekat pelatihan ini juga akan dilakukan di beberapa cabang PNM lainnya seperti: Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Pontianak, Balikpapan, Padang, Banda Aceh, Bandar Lampung, Kediri, Cirebon dll.
Pembinaan kluster
Program PKU juga melakukan pembinaan UMKM yang bersifat kluster yang didasarkan pada kesamaaan produk dan kedekatan geografis. PNM telah merancang serangkaian program peningkatan kapasitas usaha secara terpadu mulai dari penilaian kebutuhan (need assessment) anggota, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, konsultasi, serta penilaian indeks keberhasilan program. Melalui program ini, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pemasaran, antara lain berupa perbaikan adminstrasi keuangan, peningkatkan kualitas dan standarisasi produk, serta perluasan pemasaran. Kegiatan pelatihan mencakup aspek keuangan, aspek produksi dan aspek pemasaran, termasuk penguatan aspek kelembagaan. Setelah melakukan pelatihan, PNM juga terus melakukan pendampingan dengan maksud agar materi pelatihan yang telah diberikan dapat diterapkan dengan baik.
Program pembinaan dengan pola kluster ini benar-benar telah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM seperti yang pernah dilakukan PNM di Kluster Peyek Pelemadu.. Berbeda dengan pelatihan nasabah ULaMM yang biasanya hanya berlangsung selama dua hari, pembinaan melalui kluster ini dilakukan sekitar sembilan bulan, dan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama setahun. Pelaksanaan program ini tidak lepas dari komitmen PNM untuk mendukung program pemerintah berupa pengembangan produk-produk unggulan di setiap desa melalui Program One Product One Village (OVOP).
Ada beberapa kluster yang akan dilaksanakan dalam tahun 2011 ini, antara lain Kluster Kripik Singkong di Kabupaten Tanggerang, Banten; Kluster Anyaman Menmdong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Kluster Kain Perca di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sebagai mana pengembangan kluster yang telah dilakukan sebelumnya, ketiga kluster ini akan dilakukan pembinaan sekitar sembilan bulan. Kegiatan dimulai dari survey awal guna mengetahui berbagai potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh anggota kluster. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pelatihan, studi banding, dan berbagai pembinaan lainnya. Pada akhir program juga akan dilakukan evalusi guna mengetahui sejauh mana manfaat dari program tersebut serta kontribusinya dalam pengembangan usaha para anggota kluster tersebut.

News & Event
