PNM logo
Pilih Bahasa : Indonesia | English | Site Map
PNM
Selasa, 03 Mei 2011 20:07 WIB
Sambutan Direktur Utama

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Para pemegang saham yang terhormat, Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, perkenankan kami menyampaikan laporan tahunan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM tahun 2012.

Sepanjang tahun 2012, PNM terus memperluas jaringan layanan dan meningkatkan intensitas pembinaan UMKM, sebagai transformasi menuju peningkatan profitabilitas yang berkelanjutan. PNM sebagai lembaga keuangan nonbank dan jasa manajemen, tetap fokus menyalurkan pembiayaan langsung kepada usaha mikro kecil, melalui produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Langkah tersebut menghasilkan pertumbuhan kinerja yang menggembirakan. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp41,79 miliar, jauh di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 sebesar Rp26,977 miliar. Perolehan laba bersih itu meningkat sebesar 34,2% dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp31,136 miliar Pencapaian tersebut merupakan hasil dari peningkatan kinerja yang signifikan. Laba usaha pada 2012 mencapai Rp70,373 miliar, meningkat sebesar 45,97% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp48,209 miliar.

 Kenaikan laba tersebut seiring dengan meningkatnya kinerja pendapatan operasional sebesar Rp860,569 miliar pada 2012, naik 30,72% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp658,295 miliar.

Membaiknya kinerja usaha tersebut diikuti oleh meningkatnya total ekuitas Perseroan dari Rp527,389 miliar menjadi Rp566,353 miliar pada tahun 2012. Adapun, total aktiva Perseroan juga naik menjadi Rp3,873 triliun pada 2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,686 triliun. PNM berhasil merealisasikan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,228 triliun melalui berbagai program yang dilaksanakan sepanjang tahun 2012.

Dari total penyaluran pembiayaan tersebut, sebanyak Rp2,169 triliun di antaranya disalurkan melalui ULaMM, atau tumbuh sekitar 11,23% dibandingkan dengan penyaluran pada tahun 2011. Kenaikan pembiayaan mikro pada 2012 tetap disertai dengan tingkat kehati-hatian (prudent financing). Meski terjadi kenaikan dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar 2,67%, Perseroan mencatat rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) konsolidasi sebesar 3,29% pada akhir 2012, lebih rendah dibandingkan dengan NPL secara nasional. Berdasarkan data Bank Indonesia, NPL secara nasional untuk kredit sektor UMKM per Desember 2012 mencapai 3,40%.

Pertumbuhan kinerja usaha ini tidak lepas dari suksesnya strategi pengembangan jaringan bisnis untuk semakin mendekatkan diri dengan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2012 Perseroan menambah 127 jaringan kantor baru yang terdiri dari 100 kantor ULaMM, 20 kantor klaster, 2 kantor cabang pembantu dan 5 kantor cabang. Secara total, hingga akhir tahun 2012 Perseroan memiliki 580 jaringan kantor yang terdiri dari 22 kantor cabang, 5 cabang pembantu, 76 klaster, dan 477 unit ULaMM yang melayani 2.247 kecamatan di 22 provinsi se-Indonesia.

Pertumbuhan kinerja keuangan itu cukup menggembirakan di tengah semakin beratnya tantangan bisnis di industri keuangan mikro pada 2012. Semakin maraknya perbankan masuk ke bisnis kredit mikro maupun Lembaga Keuangan Mikro (LKM) lainnya, membuat persaingan bisnis semakin ketat. Namun, bagi manajemen PNM, kondisi tersebut justru menjadi cambuk dan motivasi untuk terus memperkuat diri dalam pengembangan bisnis Perseroan dan mempertahankan loyalitas nasabah maupun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Babak Baru

Untuk menghadapi ketatnya persaingan tersebut PNM terus meningkatkan kemampuannya, termasuk permodalan. Salah satunya dengan menerbitkan obligasi. Pada Oktober 2012 Perseroan berhasil menerbitkan obligasi I PNM Tahun 2012 senilai Rp500 miliar. Obligasi ini mendapat peringkat atau rating “A” (single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Hal yang sangat menggembirakan adalah penerbitan obligasi ini mendapat respons tinggi dari para pelaku pasar modal atau kalangan investor. Ini tercermin dari adanya kelebihan permintaan atau oversubscribed lebih dari dua kali lipat dari nilai yang ditawarkan.

Di sisi lain, obligasi PNM ini juga memiliki arti penting atau nilai yang sangat strategis. Hal ini disebabkan obligasi berbasis UMKM yang sebagian besar dananya untuk membiayai usaha mikro kecil merupakan yang pertama kali di industri pasar modal Indonesia. Selain itu, obligasi PNM I 2012 ini juga membuktikan bisa menjadi jembatan yang menyatukan antara sektor riil khususnya usaha mikro kecil dan pasar modal.

Penerbitan obligasi ini menjadi momentum bersejarah yang menandai babak baru sejarah PNM dengan masuk ke pasar modal. Ini mengindikasikan PNM semakin menjunjung tinggi praktik tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Dalam kerangka penerapan prinsip-prinsip GCG, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, bersama seluruh karyawan PNM terus menjunjung transparansi dan integritas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan maupun pemerintah. Kredibilitas dan reputasi perusahaan juga ditingkatkan melalui gerakan Anti-Fraud dan tidak menerima uang tips yang berlaku bagi seluruh karyawan, direksi, hingga komisaris.

Dalam bisnisnya, PNM pun tidak hanya fokus pada pembiayaan mikro. Sejak 2010 Perseroan terus berupaya melakukan pemberdayaan UMKM melalui pengembangan kapasitas usaha (PKU) atau capacity building baik yang bersifat regular maupun klasterisasi.

Selama tahun 2012, melalui program PKU Perseroan, telah memberikan pelatihan usaha sebanyak 42 kali kepada 7.425 UMK nasabah ULaMM di seluruh Indonesia. Meskipun pelatihan ini diberikan secara gratis, namun program ini cukup strategis untuk mendukung loyalitas nasabah maupun kualitas bisnis pembiayaan mikro Perseroan

Adapun untuk program PKU yang bersifat pendampingan klasterisasi industri (deepening programme), selama tahun 2012 Perseroan telah melakukan pendampingan kepada sebanyak tiga industri UMK. Yakni, pendampingan klasterisasi keripik nenas di Kampar, Riau, yang dimulai pada September 2012, pendampingan klasterisasi gula kelapa di Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Oktober 2012 dan pendampingan klasterisasi Keripik Slondok di Magelang, Jawa Tengah, pada Desember 2012.

Prospek

Meski tantangan bisnis mikro semakin berat ke depannya, Direksi tetap optimistis bisa meningkatkan kinerja Perseroan. Hal ini didasarkan pada kondisi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekitar 6,8% dan suku bunga BI Rate bertahan pada level 5,75% pada tahun 2013. Kondisi makro yang kondusif ini mendukung upaya ekspansi bisnis. Pada 2013, PNM menargetkan penambahan jaringan bisnis berupa 100 kantor unit baru ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), 20 klaster baru.

Selain itu, optimisme tersebut juga berkat adanya dukungan penuh dari pemegang saham, jajaran manajemen dan karyawan yang solid maupun sinergi yang kuat dengan anak-anak perusahaan dalam rangka menciptakan perusahaan yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Direksi menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala masukan, dukungan, kerja sama, dan kepercayaan terhadap PNM dari berbagai pihak, termasuk Dewan Komisaris, Pemerintah sebagai pemegang saham, mitra usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Hubungan yang harmonis ini akan menjadi dasar bagi Perseroan untuk meraih performa lebih baik di masa depan.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Parman Nataatmadja
Direktur Utama


News & Event
11 Maret 2014 11:41 WIB

Dengan ini diumumkan bahwa PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai perusahaan jasa keuangan milik pemerintah mengundang perusahaan asuransi yang berminat dan memenuhi syarat untuk mengikuti proses pelelangan pengadaan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan.

19 Desember 2013 14:10 WIB
14 Desember 2013 10:06 WIB
11 Desember 2013 08:13 WIB
10 Desember 2013 10:11 WIB
08 Desember 2013 10:13 WIB