PNM logo
Pilih Bahasa : Indonesia | English | Site Map
PNM
Selasa, 03 Mei 2011 20:00 WIB
Profil Debitur

Ade Kusnadi - Gula Cakar

Saat ini, berbagai macam jenis gula didistribusikan oleh perusahaan besar ke seluruh pelosok Indonesia. Gula-gula yang diproduksi oleh perusahaan besar kebanyakan hanya terdiri dari dua jenis saja, yaitu gula pasir dan gula batu. Padahal masih banyak lagi jenis gula yang ada di pasaran. Sebagai contoh, gula merah yang sering kita temui di pasar tradisional dan pasar modern diproduksi oleh home industry. Bapak Ade Kusnadi, salah satu debitur Ulamm, memproduksi satu jenis gula yang diberi nama “Gula Cakar.” Dilihat dari bentuk nama yang cenderung tidak lazim didengar oleh masyarakat perkotaan, gula ini memiliki peluang di pasaran. Hal ini dikarenakan seringnya masyarakat di perkotaan, misalnya di Jakarta, tertarik untuk mencoba hal yang baru.

    Bisnis gula ini juga dapat berekspansi ke pasar luar, mengingat Indonesia memiliki ragam budaya, dari sisi pakaian sampai makanan. Dengan adanya persepsi seperti ini dan asumsi bahwa sesuatu yang baru, yang tidak pernah didengar dan dirasa sebelumnya, maka usaha ini dapat membuka pasarnya tersendiri di luar negeri.


Rumsiti - Surabi geulis

Pedagang surabi yang telah 14 tahun menjalankan usahanya ini dapat menjadi contoh dalam memotivasi diri di dunia usaha. Dengan modal yang sedikit, usaha yang ia lakukan dapat berkembang sampai saat ini, tentunya tidak terlepas dari peran Ulamm dalam memberikan bantuan dana.
Surabi memiliki ciri khas tersendiri sebagai salah satu makanan tradisional Indonesia sehingga dapat menarik pasar luar. Dengan adanya inovasi-inovasi dalam penyajian dan pengembangan tempat yang lebih menarik, maka usaha ini dapat berkembang lebih maju lagi.


Tasrip - Kulit ular

Peluang bisnis kulit ular di pasar luar maupun dalam negeri sangat menjanjikan karena nilai yang ditawarkan oleh usaha ini sangat besar. Salah satu pedagang kulit ular, Bapak Tasrip, melakukan usaha ini terhitung dari tahun 2005 dan sampai saat ini beliau telah mendistribusikan kulit ular ke kota-kota besar di Indonesia. Dengan mengekspor kulit ular ke pasar luar, maka usaha ini dapat berkembang lebih besar lagi karena nilau jualnya yang lebih tinggi.


Choirudin bin Sacum - Usaha sepatu “Chats”

Usaha sepatu ini terbilang sukses karena pernah melakukan penggabungan usaha dengan Edward Forrer. Selain itu berbagai penghargaan telah ia raih, salah satunya adalah penghargaan Parama Karya yang diberikan oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, selaku Presiden RI. Dengan mempekerjakan 15 karyawan, usaha ini terus berlanjut sampai sekarang, dan bukan hal yang mustahil jika memperluas jaringan usaha ini ke pasar yang lebih besar lagi.


I Ketut Putut - Kerajinan patung batu tabas

Contoh bentuk kerajinan patung tabas yang berlokasi di Bali ini, seperti candi, patung, gerbang, pelinggih, dan masih banyak lagi. Kerajinan yang banyak diminati oleh turis lokal maupun turis mancanegara dapat meningkatkan pendapatan bagi usaha ini. Terlebih lagi karena pemesan melihat keunikan tersendiri dari kerajinan yang ditawarkan oleh I Ketut Putut.

Muasim – Kerajinan tangan Aborigin

Kesuksesan usaha ini sudah terbukti dengan pengeksporan kerajinan tangan yang bertemakan Suku Aborigin. Barang-barang yang ia produksi telah dipasarkan sampai mancanegara, seperti Spanyol dan Australia. Bapak Muasim yang awalnya bekerja sebagai guru ini mempekerjakan 11 orang karyawan yang ditarik dari daerahnya yang sebagian besar tidak memiliki pekerjaan dan masih mengenyam bangku pendidikan.


Tinnyke Nggebu – Perdagangan & Produksi Pakaian Jadi, Unit Pasar Badung   

Wanita yang akrab di panggil ibu Tini telah memiliki pengalaman kerja 11 tahun di dunia produksi pakaian jadi (garment). Pangsa pasar usahanya saat ini kebanyakan  ekspor ke perancis dan juga belanda di samping itu juga di pasarkan kepada warga indonesia dan warga bali  yang sangat peduli terhadap penampilan. sampai saat ini tenaga kerja yang selalu mendukung aktivitasnya berjumlah 22 orang  dengan sistem upah borongan itu juga sebagai indikator bawa wanita ini sangat peduli terhadap program pemerintah dalam usaha mengurangi pengangguran


Nasib Darto – Industri Kilang Batu Bata Cetak Mesin, Unit Pakam

industri batu bata telah menjadi industri andalan di daerah Batu Delapan sampai ke Tanjung Mulia kecamatan Pagar Merbau. Dari Deli Serdang sampai Serdang Bedagai banyak yang membuat industri batu bata, baik itu cetak tangan, maupun cetak mesin. Namun pembuatan batu bata dengan cetak mesin ini hasilnya lebih menguntungkan daripada cetak tangan. Kualitas hasil produksinya lebih baik, waktu produksinya lebih cepat dan kapasitasnya lebih banyak. Selain itu harganya lebih mahal dan peminatnya tetap banyak bahkan sampai di ekspor.


Edi Anwar Bakti – Industri Dodol, Unit Pakam

Industri dan perdagangan dodol memang sudah ada dimana-mana. Namun kios Dodol Sari milik bapak Edi Anwar Bakti ini memiliki keunikan dalam penjualan dodol-dodolnya. Beliau bekerja sama dengan sopir-sopir angkutan umum yang melewati daerah tempat ia berjualan. Sopir-sopir tersebut disediakan makan dan kopi ketika singgah. Sehingga mau tidak mau membuat para penumpangnya pun tergiur dan ikut turun untuk berbelanja di kios Pak Edi Anwar. Strategi ini cukup sukses untuk meningkatkan penjualan di toko Pak Edi. Selain itu, dodol pun menjadi makanan khas di daerah ini


Rohayat Edy Gunawan – Pembuat Batik, Unit Aksara

Batik identik dengan Solo, Pekalongan, Jogja dan sentra batik lainnya. Tapi kali ini ada batik yang lahir di Medan dan dikenal dengan “motif batak”. Batik ini sangat unik dan berbeda dengan batik lainnya. Sehingga dapat membuka peluang ekspor ke luar negeri apalagi didukung dengan isu batik yang sedang hangat di tingkat mancanegara. Hasil produk diberi label “Medan Batik”. Sebagian besar batik ini masih mengikuti “pakem jawa” namun sedang mengembangkan tiga motif “batik Batak” atau “motif Gorga”.


Suharto – Bengkel Las, Unit Toddopuli


Bengkel las ini awalnya memproduksi kompor minyak tanah. Seiring dengan persaingan yang turut berkembang pesat, usaha kompor minyak tanah pun beralih menjadi memproduksi kompor pemanas Bibit Ayam (DOC) yang sederhana dan praktis. Usaha pun berjalan dengan baik karena alat ini sangat unik sehingga banyak peminatnya. Usaha ini akan menjadi lebih besar lagi jika dapat dikembangkan lebih baik lagi.


News & Event
10 Mei 2012 10:28 WIB

JAKARTA: Sebanyak 80 peserta dari berbagai ragam usaha memperoleh pelatihan pengembangan kapasitas usaha dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kediri.

03 Mei 2012 11:33 WIB
26 April 2012 10:29 WIB
23 April 2012 18:22 WIB
16 April 2012 10:09 WIB
05 April 2012 09:28 WIB