Sejalan dengan semakin besarnya kebutuhan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) akan pembiayaan, khususnya di Wilayah Bandung dan Propinsi Jawa Barat pada umumnya, maka PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Bandung senantiasa berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya, antar lain dengan semakin memperluas jangkauan terhadap pelaku UMK di daerah ini. Sejalan dengan hal tersebut, maka pada hari ini, Sabtu, tanggal 14 Januari 2012, telah dilakukan peresmian delapan (8) Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan dua (2) Kantor Kluster (koordinator ULaMM).
Dengan hadirnya unit-unit dan kluster baru tersebut, diharapkan akan semakin banyak pelaku UMK yang terlayani, terutama sektor-sektor produktif yang selama ini belum terjangkau oleh lembaga keuangan lain. Acara peresmian di Bandung ini merupakan yang pertama dari target 100 ULaMM dalam tahun 2012. Hingga akhir tahun 2011 lalu PNM telah mempunyai 377 ULaMM, tersebar di 22 propinsi yang mencakup 1.670 kecamatan. “Tahun 2012 ini kami menargetkan untuk mendirikan minimal 100 ULaMM baru,” kata Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM.
Acara peresmian unit baru ini juga bersamaan dengan dilakukannya Gathering Karyawan PNM Cabang Bandung yang dihadiri oleh seluruh karyawan baik di Kantor Cabang, Kantor Kluster, maupun ULaMM. Selain dihadiri oleh Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja.
Hingga akhir tahun 2011, PNM Cabang Bandung telah memiliki sebanyak 35 unit ULaMM dengan 5 kluster. Dengan diresmikannya unit baru ini, maka jumlah ULaMM menjadi 43 unit, dan 7 kluster. Total outstanding pembiayaan PNM Cabang Bandung melalui ULaMM hingga akhir 2001 mencapai Rp 263,813 miliar, untuk 5.298 nasabah UMK.
Selain melakukan pembiayaan langsung melalui ULaMM, PNM juga aktif melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para nasabahnya. Melalui pelatihan ini diharapkan mampu membuka wawasan para nasabah untuk terus meningkatkan dan mengembangkan usahannya. Materi pelatihan dirancang sedemikian rupa sehingga cukup aplikatif dan mudah diterapkan. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk layanan PNM yang membedakannya dengan lembaga keuangan lain, dimana para nasabah akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan tanpa dikenakan biaya.
Selain melakukan pelatihan secara reguler, PNM juga aktif membina UMK berdasarkan kluster. Pola pembinaan berbasis kluster ini dilakukan dalam rentang waktu yang lebih lama dan menyeluruh, mencapai 6 bulan hingga satu tahun. Kegiatan tersebut diawali dengan proses assesment awal guna mengetahui berbagai kebutuhan para anggota kluster, dilanjutkan dengan serangkain pelatihan baik menyangkut perkuatan kelompok, manajemen usaha, manajemen keuangan, kewirausahaan, desain produk, pemasaran, teknologi pengemasan, sertifikasi dll.
Sepanjang tahun 2011, total pembiayaan PNM melalui ULaMM mencapai Rp 2,23 triliun, untuk 37.823 UMK. Akumulasi pembiayaan yang telah disalurkan ULaMM sejak didirikan tahun 2008, mencapai Rp 4,67 triliun untuk 76.790 UMK. Sementara tingkat non performing loan (NPL) gross hanya 1,24%. Pada tahun 2013 nanti, jumlah ULaMM akan mencapai 600 unit, yang diharapkan dapat melayani 2.500 kecamatan di seluruh Indonesia. /spr

News & Event
