
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memanfaatkan pasar modal untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro kecil-menengah (UMKM) dan Koperasi. Melalui instrumen pasar modal, PNM memanfaatkan dana investor untuk mendukung aktivitasnya menyalurkan pembiayaan kepada usaha mikro kecil melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) PNM.
Hal itu dilakukan melalui anak perusahaannya, PNM Investment Management, selaku Manajer Investasi, dengan menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pada akhir pekan lalu (23/12). Reksa Dana Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2011 diterbitkan sebesar 200 miliar rupiah. Reksa Dana ini telah tercatat di Bapepam-LK dan efektif sejak 14 Desember 2011.
"Selain sebagai terobosan dalam rangka sumber pendanaan untuk UMK, RDPT ini juga merupakan alternatif investasi bagi para investor profesional. Tingkat suku bunga yang rendah seperti saat ini membuat investor mencari alternatif penempatan dana, tentunya dengan mempertimbangkan risiko investasi yang ada," kata MQ Gunadi, Direktur Utama PNM Investment Management, di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, RDPT yang diterbitkan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan UMKM yang ada Indonesia. Sektor UMKM merupakan pasar (market) yang besar dan membutuhkan pendanaan yang besar pula.
Salah satu kendala UMKM dalam menjalankan kegiatan usahanya adalah terbatasnya akses kepada sumber permodalan. Sebagian besar atau sekitar 68,7 persen modal dari usaha mikro ini pun masih bersumber dari modalnya sendiri atau pinjaman dari rentenir.
"Oleh karena itu, upaya penerbitan RDPT UKM menjadi target perseroan ke depannya dalam membantu mengembangkan UMKM," ujar Gunadi.
Dana hasil penerbitan RDPT sebesar 200 miliar ini akan digunakan seluruhnya untuk pembiayaan kepada usaha mikro kecil melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
Saat ini, PNM (Persero) telah memiliki 377 unit ULaMM yang tersebar di 22 provinsi guna melayani UMK di 1,670 Kecamatan. Direncanakan hingga triwulan pertama 2012 ULaMM akan bertambah 100 unit untuk dapat melayani UMK di 2.100 kecamatan dalam 25 provinsi, sehingga pada saat itu, PNM memiliki 582 jaringan kantor layanan termasuk Cabang, Cabang Pembantu, dan Kluster Koordinator.
Keseluruhan kantor layanan tersebut terkoneksi secara online dalam sistem IT, sehingga mendukung pengelolaan dan manajemen pembiayaan ULaMM secara baik, termasuk menjaga tingkat Nonperforming Loan.
Hingga November 2011, melalui unit-unit ULaMM telah disalurkan pembiayaan sebesar 4,46 triliun rupiah untuk 73.413 pelaku Usaha Mikro dan Kecil. Dengan demikian, saat ini ULaMM telah menjadi kontributor terbesar dalam bisnis dan kinerja pemberdayaan PNM, menggantikan posisi pembiayaan Kredit Program. Tingkat NPL Gross ULaMM pun tetap dapat dijaga pada kisaran 1,5-1,75 persen, sehingga tetap menarik minat perbankan dan investor lainnya untuk bersinergi mendukung pendanaan untuk pembiayaan melalui ULaMM.
Melanjutkan upaya diversifikasi sumber pendanaan bagi UMK khususnya ULaMM PNM, dengan tetap sambil memperhatikan kondisi pasar modal, dalam semester pertama 2012 akan diupayakan penerbitan obligasi maksimal sebesar 500 miliar rupiah. asp/nig/E-1
Sumber: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/79342
Koran Jakarta, Selasa 27 Desember 2011

News & Event
