PNM logo
Pilih Bahasa : Indonesia | English | Site Map
PNM
Sabtu, 15 Oktober 2011 10:03 WIB
Sarasehan dan Peresmian Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Kluster Industri Gula Kelapa Di Pacitan, Jawa Timur

pct

 

Pada hari ini, Jumat, 14 Oktober 2011, telah dilakukan “Sarasehan dan Peresmian Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Kluster Industri Gula Kelapa,  di Pacitan, Jawa Timur”. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk membantu pengembangan usaha mikro, dan kecil (UMK) melalui aktivitas capacity building yang berbasis kluster. Kegiatan serupa juga telah dan akan dikembangkan di 17 Kantor Cabang PNM di seluruh Indonesia.

Salah satu kluster yang mendapat pembinaan dari PNM yaitu Kluster Industri Gula Kelapa di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Di Kabupaten Pacitan, gula kelapa diproduksi secara luas di Kecamatan Kebonagung dan Donorojo. Di Kecamatan Kebonagung, gula kelapa dikembangkan di desa-desa Karangnongko, Plumbungan, Mantren, Kalipugal, Sanggrahan, Kalipelus, Sidomulyo, Warawiri, Punjung, Gawang, Karanganyar, Gembuk, dan Klesem dengan jumlah pengrajin 5.373 orang dan total  produksi melebihi 11 ton per hari. Jumlah pengrajin terbanyak terdapat di desa Sidomulyo, Gembuk dan Klasem. Sementara di Kecamatan Donorojo gula kelapa dikembangkan di Desa Kalak, Sendang, Widoro dan Klepu dengan jumlah 7.847 pengrajin dengan total produksi hampir 16 ton per hari. Namun dari sekitar 7.000 petani gula aren, baru 50 petani yang akan dilibatkan dalam program pembinaan PNM yaitu yang telah dinaungi oleh Koperasi ISM Manggarsari di Desa Mantren.

 Pada tahap awal, PNM telah melakukan survey untuk mengetahui kondisi objektif para pengrajin baik menyangkut potensi maupun kendala yang dihadapi. Hasil survey  tersebut juga dipresentasikan pada sarasehan tanggal 14 Oktober 2011,  dihadiri oleh berbagai stakeholder, yang dibuka oleh Bupati Pacitan Indartato, sekaligus peresmian program tersebut. Hadir juga pada kesempatan itu para pejabat di lingkungan Pemkab Pacitan, serta Direktur PNM, Tri Susilo, dan Pimpinan PNM Cabang Kediri, Aries Unggul Prasojo.

Melalui pola kluster ini PNM telah merancang serangkaian pelatihan dan pembinaan yang akan dilakukan dalam beberapa bulan hingga akhir tahun 2011. Ada dua jenis pelatihan yang dilakukan yaitu pelatihan tentang teknik produksi sesuai standar kesehatan, termasuk praktek ekstensifikasi pembuatan gula kelapa, seperti gula kelapa dengan cetakan standar, gula semut, gula semut rasa (plus jahe, plus kunir, dsb). Selain itu juga ada pelatihan tentang pengemasan, berupa pengenalan kemasan yang tepat guna dimana pihak PNM akan mendesainkan kemasan yang baru, yang lebih menjual dan informatif, sehingga diterima di pasar yang lebih tinggi.

Disamping dua jenis pelatihan tersebut, PNM juga akan melakukan uji laboratorium atas produk yang dihasilkan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai standar kesehatan pangan, serta melakukan pendampingan dalam rangka pencarian pasar baru.

Tahap awal pelatihan mengenai teknik produksi  telah mulai dilaksanakan pada saat peresmian program ini, yaitu tanggal 13-14 Oktober 2011, yang diikuti oleh 50 pengrajin. Materi disampaikan oleh seorang ahli pembuatan gula kelapa,  Bapak Purnomo Harto beserta tim.

Terlaksananya program ini merupakan hasil kerjasama PNM dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Karena itu, setelah program ini selesai maka untuk selanjutnya akan diserahkan kepada Pemkab guna melakukan pembinaan lebih lanjut. Meski demikian, pihak PNM akan tetap melakukan pemantauan atas perkembangan usaha para anggota kluster ini.

Aktivitas pembinaan yang berbasis kluster ini juga telah dikembangkan PNM di daerah lain, seperti Kluster Rempeyek di Pelemadu, Bantul (Yogyakarta), Kluster Kripik Singkong di Solear, Tanggerang (Banten), dan Kluster Kain Perca di Pringsurat, Kab. Semarang (Jawa Tengah). Untuk masa yang akan datang PNM akan terus mereflikasi pola kluster ini melalui kantor Cabang PNM di seluruh Indoensia.

Kegiatan capacity building melalui pendekatan kluster ini merupakan bentuk lain dukungan PNM dalam pengembangan kapasitas usaha UMK. Sebab, para pelaku UMK,  tidak hanya membutuhkan dukungan permodalan, namun aspek-aspek lain seperti manajemen produksi, pemasaran dan pengelolaan usaha, menjadi kebutuhan mendesak agar mereka dapat berkembang dan memiliki daya saing, sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat (multiplier effect) lebih luas.

Selain pelatihan dan pembinaan yang bersifat kluster, PNM melalui Divisi PKU juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi nasabah ULaMM (non kluster) yang  dilakukan melalui kantor-kantor cabang PNM. Pelatihan nasabah non kluster ini disesuaikan dengan kebutuhan setempat, baik mengenai pola pelatihannya, materi, maupun pembicaranya.

Selama tahun 2011 (hingga September 2011), sebanyak 631 UMK yang telah mengikuti pelatihan, terdiri dari 519 UMK non kluster dan 112 UKM kluster. Total penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.176 orang, terdiri dari 1.600 orang tenaga kerja UMK non kluster dan 576 pekerja UMK kluster.

Pola kegiatan PNM yang mengkombinasikan antara pembiayaan dan capacity building ini merupakan kelebihan tersendiri bagi PNM dibandingkan dengan lembaga pembiayaan lainnya.  Dengan pola ini diharapkan akan mampu mengoptimalkan peran PNM dalam membantu program pemerintah dalam pengembangan ekonomi masyarakat yang bersifat  Pro Growth, Pro Pro Poor dan Pro Job.

 

 

ULaMM

 

Sedangkan untuk aktivitas pembayaan, kini PNM telah memiliki 377 jaringan Unit Layanan  Modal Mikro (ULaMM), yang merupakan ujung tombak dalam melakukan pembiayaan langsung kepada para pelaku UMKM. Meski baru dimulai tahun 2008, ULaMM telah mampu menjangkau 22 propinsi di 1,670 Kecamatan. Hingga September 2011,  ULaMM telah terlayani 67.176 pelaku UMK dengan total pembiayaan sebesar Rp. 4,078 triliun. Pada tahun 2013 diproyeksikan akan dioperasikan 600 Unit ULaMM yang diharapkan dapat menjangkau 2.500 kecamatan di seluruh Indonesia.  Dengan hadirnya ULaMM ini diharapkan akan semakin banyak pelaku UMK yang bisa dilayani yang akhirnya mampu meningkatkan usaha mereka.  ULaMM akan menjadi one stop shopping bagi UMK dalam mengembangkan usahanya.

Dalam melaksanakan aktivitasnya, ULaMM tidak hanya terbatas pada penyaluran modal tetapi juga secara built in melakukan pembinaan dan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan dan konsultasi terhadap nasabah UMK, agar usahanya bisa berkembang dan pada saatnya nanti mampu mengakses permodalan yang lebih besar, termasuk modal dari lembaga keuangan lain. Kehadiran ULaMM diharapkan mampu menjadi alternatif bagi pelaku UMK yang selama ini belum terjangkau oleh lembaga keuangan formal.

Jangkauan & Kinerja Layanan ULaMM

Keterangan

2008

2009

2010

Sept 2011

Jumlah Unit ULaMM Beroperasi

12

184

260

377

Jangkauan Layanan (Kecamatan)

50

740

1.000

1.670

Penyaluran Dana (Rp. Miliar)

11

926

2.381

4.078

Usaha Mikro Kecil terlayani

267

13.021

39.848

67.176

Penyerapan Tenaga Kerja

880

74.080

173.813

295.657

 

 

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lahir berdasarkan Peraturan Pemeritah RI No. 38/1999 tentang ”Penyertaan Modal Negara RI untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) dalam rangka Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah”. Maksud dan tujuan dari pendirian PNM adalah untuk: “Melaksanakan jasa pembiayaan termasuk kredit program dan jasa manajemen, untuk pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta usaha-usaha lainnya yang mendukung kegiatan tersebut”.

Pada Dasawarsa pertama (1999-2008), aktivitas PNM lebih terfokus pada pengelola 12 Skim Kredit Program eks KLBI. Selain itu, pembiayaan yang dilakukan PNM tidak dilakukan secara langsung kepada pelaku UMK tetapi melalui Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S). Strategi tersebut dilakukan mengingat jaringan PNM juga masih terbatas.

Memasuki Dasawarsa ke dua (sejak 2008), PNM melakukan turn around berupa reposisi bisnis dalam rangka meningkatkan jangkauan layanan kepada UMK dengan melakukan pembiayaan langsung melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).


News & Event
11 Maret 2014 11:41 WIB

Dengan ini diumumkan bahwa PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai perusahaan jasa keuangan milik pemerintah mengundang perusahaan asuransi yang berminat dan memenuhi syarat untuk mengikuti proses pelelangan pengadaan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan.

19 Desember 2013 14:10 WIB
14 Desember 2013 10:06 WIB
11 Desember 2013 08:13 WIB
10 Desember 2013 10:11 WIB
08 Desember 2013 10:13 WIB