
Komitmen PNM untuk memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi lingkungannya, merupakan cermin dari tujuan pendirian perseroan yaitu meningkatkan kemandirian dan kemartabatan bangsa. Dengan mengacu kepada ketentuan pemerintah dan peraturan Menteri Negara BUMN yang terkait, PNM melaksanakan tanggung jawab sosial (“CSR”) dalam bentuk program yang saling mendukung dengan aktivitas bisnis perusahaan.
Melalui program Kemitraan dan Bina Lingkungan (pKBL), PNM menyalurkan dana untuk menunjang kemajuan UMK sekaligus memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat, khususnya di lingkungan operasi perusahaan.
Program Kemitraan
Melalui program Kemitraan PNM berupaya untuk meningkatkan kualitas usaha mikro dan kecil sehingga menjadi unit usaha yang tangguh dan mandiri. Selama sembilan tahun berturut-turut, PNM selalu konsisten mengalokasikan dana sebesar 1% dari laba bersih perusahaan, yang hingga Desember 2009 telah mencapai akumulasi sebesar Rp3,499 Milyar.
Seiring dengan peningkatan jumlah pembiayaan yang diberikan kepada mitra binaan setiap tahunnya, serta bertambahnya mitra binaan PNM, semakin banyak pul mitra binaan yang mulai berkembang dan mandiri. Kondisi itu diperlancar dengan pemanfaatan infrastruktur 13 Kantor Cabang dan satu Sentra Bisnis Usaha (SBU) PNM sebagai pelaksana program Kemitraan yang menjangkau wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali hingga Sulawesi. Pada
tahun 2008, jumlah akumulasi dana yang disalurkan (termasuk relendingnya sebesar Rp19,4 Milyar), sedangkan jumlah mitra binaan meningkat dari 2.337 menjadi 3.372 di tahun 2009
Program Bina Lingkungan
PNM juga mengutamakan kepedulian dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Sejak 2002, PN M telah merealisasikan anggaran Program Bina Lingkungan (PBL) sebagai program bantuan sosial kepada masyarakat dengan nilai 1% dari laba operasional. Pada tahun 2008, PNM telah menyalurkan Dana PBL sebesar Rp353.605.000,-
Dengan demikian akumulasi bantuan sosial PBL yang telah disalurkan ke 13 provinsi seluruh Indonesia. Dana bantuan tersebut telah disalurkan untuk bantuan peningkatan kesehatan (22,59%), bantuan pendidikan dan pelatihan (28,92%), bantuan pelestarian alam. (0,57%), sedangkan jumlah selebihnya untuk bantuan sarana ibadah (11,09%), bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum (5,09%), dan bantuan BUMN Peduli (31,74%).
Porsi bantuan yang diutamakan pada bidang kesehatan, bidang pendidikan dan pelatihan, serta pelestarian alam diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia baik kesehatan maupun pendidikannya, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan penanaman tanaman untuk mengurangi efek dari pemanasan global.

News & Event
