PNM Genjot Pembiayaan Mikro 33,65% di Aceh

BANDA ACEH Lembaga keuangan nonbank milik negara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berhasil mencatat pertumbuhan pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil (UMK) hingga 33,65% selama 2012 menjadi Rp30,78 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pemimpin PNM Cabang Banda Aceh, Ritmes, mengatakan sektor perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan pembiayaan tersebut seiring dengan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat di Aceh.

“Tahun ini tidak hanya sektor konsumsi, usaha industri kerajinan dan makanan juga semakin meningkat sehingga PNM akan semakin meningkatkan penetrasi di ketiga sektor tersebut. Kami melihat UMK di Aceh terus berkembang dan memiliki prospek yang bagus,” ujarnya, Selasa (22/1).

PNM Cabang Aceh masih optimitis mampu meningkatkan penetrasi dengan dukungan satu klaster Aceh yang membawahi 6 kantor unit layanan modal mikro (ULaMM) yaitu ULaMM Bireun, ULaMM Lhoksumawe, ULaMM Pasar Aceh, ULaMM Sigli, ULaMM Ulee Kareng, dan ULaMM Meulaboh. Adapun ULaMM Pasar Aceh dan Ulee Kareng merupakan unit layanan khusus syariah.

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja PNM Cabang Aceh yang mencatat pertumbuhan pembiayaan mengesankan. Pada 2012, PNM Cabang Aceh telah menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha mikro secara akumulatif sejak beroperasi secara penuh di 2010 sebesar Rp30,78 miliar kepada sebanyak 779 nasabahnya. Pencapaian pembiayaan tersebut tumbuh sekitar 33,65% dibandingkan dengan posisi akhir 2011 sebesar Rp23,03 miliar.

PNM Cabang Aceh mencatat pertumbuhan jumlah nasabah hingga 40,86% menjadi 779 nasabah dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 553 nasabah. “Capaian tersebut mengindikasikan sektor usaha mikro masih terus tumbuh di Aceh,” ujarnya.

Pada 2012, PNM memiliki total 580 Kantor Layanan yang terdiri dari 477 Unit ULaMM, 22 Kantor Cabang, 5 Cabang Pembantu, dan 76 Klaster dengan sebaran jangkauan di 2.247 Kecamatan di 26 Provinsi seluruh Indonesia.

Corporate Secretary PNM Anton Mart Irianto menambahkan, sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pengembangan sektor usaha mikro kecil, PNM menyasar pasar mikro antara rentenir dan perbankan dimana memiliki ceruk pasar yang besar. Dengan demikian, bunga kredit untuk nasabah pun lebih besar dari bank tetapi jauh lebih kecil dibanding rentenir.

“UMKM yang belum bankable atau belum bisa dilayani perbankan di Indonesia masih sangat besar. Hal ini menjadi target pasar bagi PNM untuk memberikan pembiayaan dan pelatihan sehingga nantinya mereka bisa berkembang dan menjadi bankable,” sambung Anton.

PNM memiliki keunikan dibandingkan perusahaan pembiaayaan pada umumnya. Tidak hanya memberikan jasa pembiayaan atau permodalan, tetapi juga jasa manajemen (capacity building). PNM memberikan pelatihan hingga pendampingan usaha kepada para nasabah UMK melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sehingga bisa menopang kualitas jasa pembiayaan.

“Pemberdayaan UMKM yang mengombinasikan bisnis pembiayaan dan capacity building ini menjadi keunggulan dan diferensiasi bagi PNM dibanding para pesaing kami,” tegasnya. PNM selain memberikan pelatihan yang bersifat regular juga telah memberikan pelatihan yang bersifat klasterisasi industri kepada nasabahnya.

Leave a Comment