PNM Pacu Ekspansi di Pekanbaru Tahun Depan

PEKANBARU – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) semakin menggeliat di Pekanbaru, khususnya di sektor perkebunan, jasa dan perdagangan. Hal ini ditopang prospek bisnis industri mikro kecil yang kian menjanjikan seiring besarnya sumber daya alam di Pekanbaru.

Untuk menjawab tingginya kebutuhan pembiayaan sektor UMKM dan untuk semakin mendekatkan diri dengan nasabah UMKM, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga keuangan nonbank milik pemerintah melakukan ekspansi pembiayaan dan pengembangan UMKM di Pekanbaru.

“Kita ketahui Pekanbaru memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya perkebunan. Ini mendorong sektor UMKM di daerah ini terus tumbuh dan berkembang. Sehingga, PNM pun hadir dan siap ekspansi bisnis pengembangan UMKM ke depan,” kata Presiden Direktur PNM, Parman Nataatmadja di sela acara peresmian Kantor PNM Cabang Pekanbaru, Sabtu (15/12).

Sejak beroperasi pada Maret 2009, PNM Cabang Pekanbaru memiliki pertumbuhan kinerja yang positif. Hingga akhir November 2012, PNM telah menyalurkan pembiayaan mikro melalui ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) sebesar Rp164 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 3.273 orang.

Pertumbuhan tersebut juga diiringi capaian kualitas pembiayaan yang baik. Ini tercermin dari tingkat kredit bermasalah atau NPL di PNM Cabang Pekanbaru di bawah 2%. Hal itu disebabkan jasa pembiayaan PNM dikombinasikan dengan adanya program pelatihan dan pengembangan kapasitas usaha (PKU) kepada nasabahnya.

“Hal ini menunjukkan selain prospek pertumbuhan yang tinggi, potensi sektor usaha mikro masih sangat besar. Karena itu, pada tahun depan kita akan membuka beberapa kantor unit baru di wilayah ini,” ujar Parman.

Menurut Pemimpin Cabang PNM Pekanbaru, Ramon Agustus, pada tahun 2013 PNM Cabang Pekanbaru akan menambah 4 unit baru di 4 Kabupaten di Provinsi Riau, yaitu ULaMM Belilas, ULaMM UKUI, ULaMM Flamboyan, ULaMM Teluk Kuantan, serta satu kantor Klaster di Air Molek.

“Penambahan unit-unit baru ini akan lebih memacu kinerja pembiayaan maupun bisa menjangkau lebih luas para pelaku UMKM di Pekanbaru,” tuturnya.

Hingga saat ini, PNM Cabang Pekanbaru ditopang oleh dua klaster, yaitu Klaster Panam dan Klaster Duri, serta 12 kantor unit ULaMM, yaitu Unit Panam, Unit Kodim, Unit Bangkinang, Unit Ujung Batu, Unit Air Molek, Unit Kerinci, Unit Duri, Unit Dumai, Unit Bagan Batu, Unit Ujung Tanjung, Unit Perawang, dan Unit Kandis.

Parman menambahkan, langkah ekspansi di Pekanbaru ini merupakan bagian dari rencana PNM yang akan menambah sebanyak 100 unit baru pada tahun depan. Ini untuk memperkuat penetrasi jaringan layanan PNM di seluruh Indonesia.

Dengan bertambahnya jaringan tersebut, PNM optimistas mencapai penyaluran pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil (UMK) melalui ULaMM mencapai Rp3,3 triliun. “Kita menargetkan pembiayaan tumbuh minimal 25 persen per tahun,” jelas Parman.

Saat ini, PNM memiliki jaringan sebanyak 580 Kantor Pelayanan yang terdiri dari 477 Unit ULaMM, 22 Kantor Cabang, 5 Cabang Pembantu, dan 76 Klaster dengan sebaran jangkauan di 2.247 Kecamatan di 22 Provinsi seluruh Indonesia. Secara akumulatif, sejak diluncurkannya ULaMM pada 2008 hingga saat ini PNM telah menyalurkan pembiayaan ke nasabah UMKM sebesar Rp 6,9 triliun.

Selain memberikan jasa pembiayaan, PNM juga melakukan jasa pelatihan usaha atau capacity building kepada para pelaku UMK melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Tercatat sejak 2010 hingga saat ini, PNM telah melakukan pelatihan usaha UMK kepada sekitar 6.500-an nasabah. Pelatihan usaha kepada sekitar 5.000-an nasabah diselenggarakan pada tahun ini.

Leave a Comment