PNM Memperluas Jaringan ke Lampung

Lampung, 4 Juli 2012 – Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam melakukan ekspansi bisnis pembiayaan mikro melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dibuktikan dengan terus dibukanya kantor jaringan ULaMM baru di daerah-daerah yang potensial, kali ini guna meningkatkan layanan di Provinsi Lampung, Permodalan Nasional Madani (PNM) meresmikan kantor cabang Lampung.

Peresmian Kantor Cabang PNM Lampung ini, dilakukan oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN, A. Pandu Djajanto pada Rabu, 4 Juli 2012. Peresmian ini juga disaksikan oleh Walikota Bandar Lampung, Drs. H. Herman NN, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, Direktur Utama PT PNM, Parman Nataatmadja, dan Direktur Bisnis PT PNM, Lintang Nugroho.

PNM Cabang Lampung sebelumnya merupakan wilayah operasional Cabang Jakarta, yang kemudian karena potensinya yang besar sehingga berdiri sendiri sebagai cabang penuh sejak Februari 2011. Cabang Lampung saat ini telah membawahi dua klaster yaitu Klaster Bandar Jaya dan Klaster Kedaton, dengan 12 unit ULaMM. Total outstanding pembiayaan sampai dengan 31 Mei 2012 mencapai Rp 66,75 miliar, untuk 1.769 nasabah, dengan rata-rata pencairan sebesar Rp 38 juta per nasabah.

“Melihat potensi Provinsi Lampung yang semakin meningkat dan melihat potensi UMK pada Provinsi ini yang cukup banyak masih memerlukan bantuan modal dan pendampingan usaha, maka kami anggap perlu untuk menambah jaringan dengan membuka kantor Cabang Lampung ini,” ujar Direktur Utama PT PNM, Parman Nataatmadja di Lampung (4/7).

Sejak didirikan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada 2008, PNM terus berupaya untuk memperluas area dan jaringan pemberdayaannya di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, PNM telah memiliki 580 Kantor Pelayanan yang terdiri dari 447 ULaMM, 22 Kantor Cabang, 5 Cabang Pembantu, dan 76 Klaster dengan sebaran jangkauan di 2.247 Kecamatan di 22 Provinsi seluruh Indonesia.

Total pembiayaan langsung melalui ULaMM hingga Mei 2012 tercatat telah mencapai sebesar Rp2,49 triliun atau mengalami peningkatan dibanding posisi akhir Desember 2011 sebesar Rp2,2 triliun. Adapun, pada tahun ini PNM menargetkan total pembiayaan modal mikro melalui ULaMM mencapai Rp3,11 triliun atau tumbuh sekitar 41 persen dari tahun lalu sebesar Rp2,2 triliun.

Menyadari bahwa kebutuhan utama para pengusaha UMK tidak hanya sekedar bantuan modal tetapi dibutuhkan pendampingan usaha guna memberikan nilai tambah pada produk atau jasa yang dihasilkan oleh para pengusaha UMK tersebut, PNM pun memberikan layanan atau Jasa Manajemen (capacity building). Layanan pembiayaan yang diberikan melalui ULaMM dikombinasikan dengan dukungan nonfinansial berupa pelatihan dan pendampingan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK), layanan ini diberikan oleh Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM.

Bentuk aktivitas pemberdayaan PNM yang mengkombinasikan antara pembiayaan dan capacity building ini membedakan PNM dengan lembaga pembiayaan lainnya.  Selain sebagai pelaksanaan dari tugas pendiriannya, bentuk ini secara luas diharapkan dapat menjadi kontribusi PNM untuk memberikan dukungan solutif bagi pelaksanaan Program Pemerintah untuk Pro Growth, Pro Pro Poor dan Pro Job. 

Program PKU ini pun telah dilaksanakan oleh PNM Cabang Lampung, yang telah melaksanakan pelatihan pada Senin, 18 Juni 2012 lalu, dengan tema: “Meningkatkan Kemampuan dan Pengetahuan untuk Menjadi Wirausahawan yang Sukses.” Pelatihan ini diikuti oleh 60 nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dari berbagai jenis usaha yang ada di Bandar Lampung dan sekitarnya.

Leave a Comment