English version
Depan Perusahaan Bisnis Berita Lowongan Hubungi Kami
MADANI NEWS
Home
 

14 January 2002 00:00

Upaya mewujudkan Kebun Rakyat (II)

“Restrukturisasi itu sudah menjadi keharusan, agar sumber daya ini benar-benar bisa digunakan untuk kemakmuran seluruh rakyat,” kata B.S. Kusmuljono, Direktur Utama PNM. Menurutnya, dengan kepemilikan oleh orang banyak, maka perusahaan itu akan lebih terjaga ketimbang hanya dimiliki oleh beberapa orang yang justru akan menimbulkan gejolak sosial. “Bebagai penjarahan yang terjadi disebabkan karena masyarakat di sekitar perkebunan besar itu tidak pernah dilibatkan, mereka tidak merasa memiliki,” katanya saat acara penandatanganan kerjasama antara PNM dan Deptan belum lama ini. Apa yang kita alami sekarang, menurut Kusmuljono, pernah dialami Malaysia sekitar 30 tahun yang lalu, dimana kaum bumiputra hanya dijadikan buruh. Baru setelah pemerintah menerapkan new economic policy, kepemilikan bumiputra kini mendekati 35 persen. Kebijakan itu ternyata mampu memperkuat struktur perekonomian Malaysia sehingga income per kapitanya sudah hampir 6.000 dolar AS, sedangkan Indonesia tidak sampai 500 dolar.

Kita juga bisa mencontoh negara-negara Skandinavia, dimana 90 persen saham perusahaan besar seperti mobil volvo, dimiliki oleh koperasi. Begitu pula di Belanda, sekitar 90 persen saham pabrik susu dimiliki oleh koperasi yang anggotanya rata-rata petani atau pekerja. Di harapkan, melalui restrukturisasi dan redistribusi, kepemilikan aset-aset perkebunan bisa lebih menyebar, dimana rakyat bisa memiliki sedikitnya 20 persen dari sekarang yang 100 persen masih dimiliki perusahaan besar.

Baik Agus maupun Kusmuljono sependapat bahwa proses konversi itu harus ditempuh melalui mekanisme pasar. Dalam hal ini peranan lembaga pembiayaan seperti PNM menjadi sangat penting. Sebagai lembaga keuangan alternatif, PNM bisa melakukan pembiayaan sesuai dengan fungsi intermediarynya dan sekaligus penyertaan dengan sistem ventura. Salah satu langkah yang bisa ditempuh, menurut Kusmulyono, PNM melalui PT PNM Investment Management memfasilitasi penerbitan premisory note (surat utang) dari perusahaan-perusahaan itu yang kemudian menjualnya kepada masyarakat. Dengan membeli surat utang tersebut para investor akan mendapat keuntungan bukan saja dari bunga tetapi juga ada nilai tambah di kemudian hari.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai investor dan dukungan lembaga keuangan, maka pembangunan industri untuk mengolah sumber daya lokal itu bisa dipercepat, termasuk penataan kawasan industi perkebunan sehingga memungkinkan semua produk perkebunan masuk ke industri. Dengan demikian produk yang dijual bukan lagi bahan mentah yang selama ini harganya selalu dikendalikan oleh negara-negara konsumen. Dalam hal ini PT PNM Techno Venture akan membantu dari segi teknologi guna mentransformasikan bahan baku dan bahan mentah menjadi proses produksi sehingga siap dipasarkan.

Agaknya, memang selama ini kita terlena dengan menjagokan bahan mentah, yang katanya tidak dimiliki oleh negara lain. Padahal itu hanya comparative advantage bukan competitive advantage. Sekaranglah saatnya untuk ‘banting stir’, dan PNM melalui anak-anak perusahaannya memang dipersiapkan untuk itu. “Tetapi itu bukan hanya tugas PNM, tugas kita semua,” tambah Kusmuljono.

« Kembali ke indeks

 

copyright©2010 - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Contact Us | Job Opportunity | Site Map